logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 RAGAM
Line

Air Liur Termahal

WALET merupakan burung liar pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Ia tidak pernah hinggap di pepohonan, melainkan lebih suka mendiami gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang atau gelap.

Bulu-bulu tubuhnya gelap. Untuk burung sekecil mereka, kemampuan terbangnya terbilang luar biasa cepat. Hal ini didukung oleh kedua sayapnya yang berbentuk sabit yang sempit dan runcing.

Walet mencari serangga-serangga kecil yang ada di area persawahan, tanah terbuka, bahkan sampai ke kawasan hutan maupun pantai. Jika lelah, atau sudah kenyang, ia akan beristirahat di langit-langit bangunan gelap dan lembab.

Cara beristirahatnya sangat unik, yaitu dengan menempelkan sarangnya langit-langit. Sarang terbuat dari air liurnya sendiri. Pola hidup ini ditopang oleh bentuk kaki dan paruhnya yang amat kecil. Selain sebagai tempat rehat, sarang juga digunakan sebagai tempat berbiak.

Setiap hari, setiap pasangan walet (betina dan jantan) bergantian membuat sehelai sarang dengan mengoleskan air liurnya ke dinding gua, dinding tebing, maupun atap rumah.Jangan heran jika sarang burung baru sempurna setelah melalui proses selama 33-41 hari. Bahkan saat kemarau, prosesnya bisa mencapai 80 hari.

Dua Spesies

Beberapa jenis walet membuat sarang dengan air liurnya. Sarang inilah yang dapat dikonsumsi, serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Boleh jadi, walet merupakan fauna yang memiliki air liur termahal di dunia.

Jenis walet yang sarangnya bisa dikonsumsi adalah walet sarang putih (Aerodramus fuciphagus) dan walet sarang hitam (Aerodramus maximus). Kedua spesies ini banyak dijumpai di Indonesia.

Perbedaan warna ini disebabkan oleh kemurnian sarang. Sarang burung putih terbuat dari air liur saja. Sedangkan sarang burung hitam terbuat dari campuran air liur dan bulu-bulu burung. Wajar jika harga kedua jenis sarang ini berbeda. Yang putih bisa mencapai Rp 14 juta / kg, sedangkan yang hitam Rp 1 juta - Rp 2 juta per kilogram.

Ada juga sarang bu-rung yang mempunyai serat-serat merah di dalamnya, yang terlihat seperti darah. Ternyata harganya justru melebihi sarang burung putih, yaitu sekitar Rp 17 juta / kg. Namun, apapun jenisnya, sarang burung ini memiliki rasa yang sangat lezat. Bahkan diyakini mampu menyembuhkan penyakit paru-paru, panas dalam, melancarkan peredaran darah, dan mampu menambah vitalitas. (Dela SY-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA