| Senin, 14 Januari 2008 | NASIONAL |
Bocah Terseret Ombak Pantai SiganduBATANG- Gelombang pasang tinggi Laut Jawa di perairan Batang menelan korban. Darmila (11) pelajar kelas IV SD Kasepuhan 3, Kecamatan Batang Minggu (13/1) sore hanyut terseret ombak saat mandi di objek wisata Pantai Sigandu. Sejak pagi kawasan wisata di sebelah timur Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) itu ramai didatangi pengunjung. Itu disebabkan karena cuaca cerah. Meskipun demikian, pengelola sudah memasang bendera merah di pantai, sebagai tanda larangan bagi pengunjung untuk berenang di laut. Itu karena gelombang tinggi. Namun, beberapa pengunjung nekat. Sampai akhirnya, petugas dari Kantor Pariwisata, Satpam dan juga anggota Pam Swakarsa Jagabaya Samodra memperingatakan. Musibah diawali sekitar pukul 15.30. Darmila bersama empat rekannya mandi di sebelah barat anjungan. Melihat ada anak-anak yang terjun ke laut, petugas maupun Satpam mendekati dan memerintahkan untuk segera naik. Peringatan juga disampaikan petugas kepada orang tua Darmila, Dakir (48) dan istrinya Warsini (40) penduduk Kampung Kutosari, Kelurahan Kasepuhan. "Namun, beberapa saat kemudian anak itu (Darmila) nekat kembali mencebur ke air. Secara bersamaan datang ombak yang bergulung-gulung dan menyeret tubuhnya ke tengah laut," ujar Istoni, ketua Pam Swakarsa Jagabaya Samodra. Pengunjung di pantai yang asri itu gempar. Terlebih saat tubuh Darmila terseret ke arah timur melewati anjungan. Ganasnya ombak yang menggulung-gulung mengakibatkan korban semakin terseret ke tengah. "Hanya dalam tempo beberapa menit, dia sudah tidak diketahui," tandasnya. Pasukan dari Pos Pengamatan (Posmat) TNI AL yang bermarkas di sebelah barat Pantai Sigandu langsung diterjunkan. Dengan menggunakan perahu karet, dibantu Tim SAR dari Pariwisata dan Pam Swakarsa Jagabaya melakukan pencarian dengan menyusuri perairan sampai ke arah timur masuk Pantai Ujungnegoro. Orang tua korban, oleh keluarganya, diajak pulang. Kapolres AKBP Edi Suroso menerjunkan anggotanya yang dipimpin Kapolsek Batang Kota AKP Agus Purwoto menyisir jalan tepi pesisir sampai ke Ujungnegoro. Namun jejak Darmila tidak ditemukan. Tim SAR yang menyisir perairan sekitar pukul 18.00 kembali merapat karena diadang gelombang pasang mencapai dua meter. Kepala Kantor Pariwisata Bambang Ibnu Riyanto didampingi Kasi Objek Wisata Bambang Sutiyoso menyatakan, pihaknya sudah berulang-ulang memperingatkan kepada pengunjung untuk tidak mandi. "Selain menggunakan bendera juga melalui pengeras suara, bahkan langsung menegur. Tapi, tetap saja ada yang nekat." Pencarian korban akan dilanjutkan Senin pagi ini sambil menunggu perkembangan cuaca. "Informasi adanya warga terseret ombak juga sudah disebarluaskan Tim SAR kepada nelayan yang sedang melaut,a ujarnya.(ar-60) |