logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 MURIA
Line

WORO WORO

DPRD Setujui Rp 500 Juta

BLORA - Para wakil rakyat mempersilakan Pemkab menggunakan dana Rp 500 juta untuk menangani dan membantu para pengungsi banjir akibat meluapnya air Bengawan Solo. Persetujuan penggunaan anggaran itu setelah Pemkab secara resmi mengajukannya ke legislatif.

Ketua DPRD HM Warsit kemarin mengungkapkan, semua anggota Dewan mempunyai pandangan yang sama terkait dengan penanganan pengungsi korban banjir di Kecamatan Kradenan, Kedungtuban dan Cepu.

Kepala Bagian Sosial Setda Edy Pujianto menyebutkan, dana bencana Rp 500 juta itu sebagian telah digunakan saat banjir melanda tiga kecamatan belum lama ini. Antara lain pengadaan bantuan berupa bahan makanan dan minuman serta keperluan kaum perempuan. (H18-69)

Bakul Buat Kios dalam Los

PATI - Ratusan pedagang yang akan segera menempati los Pasar Juwana Baru, terutama di lantai bawah, harus membuat kios dalam los pasar itu. Selain untuk mengamankan barang dagangannya, juga menghindari agar dalam pasar tidak semrawut. Ketentuan itu diberlakukan karena los di lantai bawah adalah untuk pedagang konveksi. Pembuatan kios dengan kerangka besi dan dinding penutup dari formika harus seragam.

Kasi Bina Program dan Pengembangan Kantor Pengelolaan Pasar Kabupaten Pati Edy Setyanto ST kemarin menekankan, pekerjaan tersebut harus ditangani pihaknya. Namun, sumber dana untuk pengadaan material dan tenaga tukang menjadi tanggung jawab pedagang.

Hal itu sebagai tindak lanjut dari hasil kesepakatan bersama sehingga begitu pasar diresmikan pihaknya segera mulai melaksanakan pekerjaan tersebut. (ad-36)

Angkutan Kembali ke Terminal

KUDUS - Puluhan angkutan umum yang sejak dua pekan lalu menggeser pangkalannya ke utara karena banjir, sekarang kembali ke tempat semula. Tepatnya di depan Terminal Induk Kudus, Minggu kemarin.

Itu karena genangan air sudah surut dan kering sehingga mereka berani memindahkan kembali angkutan mereka ke pangkalan. Tewel (40) dan Jamaah (25), keduanya sopir jurusan Honggosoco, sudah dua hari kembali ke pangkalan.

Menurut Tewel, meskipun pindah ke tempat pangkalan semula tidak berpengaruh pada penghasilan karena mencari penumpang sampai sekarang masih susah.

Penghasilannya saat ini yang ia dapat sekitar Rp 75.000-Rp 100.000, belum dipotong setoran kepada majikan. Jadi, kemungkinan dia hanya menerima keuntungan Rp 25.000.(J18-19)

Warga Tomboan Blokade Jalan

JEPARA - Warga Dukuh Tomboan, Desa Somosari, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara memblokade salah satu jalan menuju ke pertambangan galian golongan C di Blok Kedoya, Minggu (13/1). Warga keberatan karena air yang ada di Bendungan Kedoyo tercemar akibat adanya pertambangan tersebut.

Sebelumnya, pada 10 Juni 2007 warga Petani Pengguna Air (PPA) dengan perwakilan Depo Blok Kedoyo telah membuat kesepakatan. Namun, perjanjian tersebut dilanggar Depo. Akses jalan tersebut ditutup membuat galian sedalam satu meter dengan lebar hampir satu meter melintang menggunakan peralatan seperti cangkul, linggis dan peralatan pertanian lainnya, dan dengan menanam pohon pisang. (J4-36)

Batik Lasem Pasang Surut

REMBANG - Batik lasem tidak menganut pakem tertentu. Motifnya merupakan hasil kreasi dari seniman batik asal daerah tersebut. "Itu salah satu kelebihan batik lasem sehingga motifnya bisa berkembang menyesuaikan pasar," ujar Drs Cahyo Prabowo MSn dari Lembaga Penelitian Hibah Bersaing (LPBH) Direktorat Perguruan Tinggi (Dipti) Universitas Negeri Surakarta (UNS), kemarin.

Sayang, kelebihan itu belum diimbangi dengan pengelolaan manajemen yang baik. Masih ada kendala untuk menentukan jenis produk yang harus dipasarkan.

Diakui atau tidak, pengusaha batik di Lasem umumnya belum memahami jenis pangsa pasar untuk pengembangan usahanya. Akibatnya, mereka sering berebut pasar.

Itu sebabnya, pengusaha batik harus memahami pangsa pasar untuk produknya. Jika tidak, rasanya sulit untuk bisa cepat berkembang.

Agar bisa lebih maju, sekarang sudah saatnya batik lasem direvitalisasi khususnya menyangkut motif, teknik produksi, fungsi, dan manajemen pemasaran. (jl-69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA