| Senin, 14 Januari 2008 | MURIA |
Duka Warga Undaan PascabanjirRumah Hancur, Sawah Terendam
RUMAH-RUMAHyang terletak di tepi tanggul Sungai Wulan yang jebol keadaanya cukup memprihatinkan. Sebagian besar rumah tersebut rusak diterjang arus banjir. Bahkan beberapa rumah hancur total. Seperti yang terlihat, di kawasan Gang III, RT 5 RW 1 Desa Medini, Kecamatan Undaan. Kawasan tersebut termasuk yang paling parah, karena tanggul yang terletak di sebelah barat desa, saat banjir kemarin jebol. Derasnya luapan air membuat rumah-rumah yang materialnya kayu roboh. Rumah tembok pun tak semuanya sanggup menahan arus air. Khususnya, di radius 150 meter sekitar tanggul yang jebol, tidak ada rumah yang utuh. Tembok-tembok rumah yang bolong dan rubuh, tumpukan kayu berserak menjadi pemandangan biasa di kawasan itu. Warga yang rumahnya sebagian mengungsi di tempat saudaranya, atau tinggal bersama sanak yang masih berdekatan. Seperti Khabib (38) yang rumahnya hancur diterjang air. Masih beruntung, ia masih memiliki dua kamar dan ruang tamu. Ia pun bisa menampung mertuanya Mashuri (62) dan pamannya Ali Ngatmin (50) yang rumahnya hancur total. Belum lagi Istrinya Siti Saropah (31) dan kedua anaknya Alan Rifki (9) dan Vina Aulia (1) semakin menambah sesak petak rumahnya yang tersisa itu. "Sekarang mertua dan paman saya ajak tinggal bersama, karena rumah mereka tidak bersisa," ujar Khabib. Khabib memperkirakan, kerusakan rumahnya dan beserta familinya mencapai puluhan juta rupiah. "Kira kira ya puluhan juta rupiah. Ibaratnya, saya sendiri bekerja separo umur untuk buat rumah, dan sekarang rusak," ujar Khabib. Khabib yang pekerjaanya berpindah-pindah mengaku belum tahu harus bagaimana menghadapi bencana ini. "Pekerjaan saya tidak tentu, kadang bantu mertua saya menggarap sawah, kalau sedang longgar saya bekerja di bangunan," katanya. Saat ini sumber penghidupan yang paling diandalkan Khabib adalah sawah milik mertuanya. "Tapi sawah sebahu (sekitar 750 meter persegi-Red) juga habis terendam air," Sementara itu, Sudar yang masih bertetangga dengan Khabib mengalami nasib serupa. Rumahnya bagian tengah dan belakang juga musnah ditelan banjir. Padahal, di bagian belakang rumah laki-laki berusia 45 tahun itu tersimpan bahan bangunan. "Rencananya genteng 1.000 buah yang saya simpan di rumah belakang untuk memperbaikai rumah. Malah hancur semuanya terkena banjir," ujar Sudar yang mengaku menanggung kerugian Rp 20 juta. Tak Latihan Sementara itu, sudah minggu ini Sri Wahyuningsih (21) tak terlihat di tempat latihan. Rekan-rekannya di Teater Djarum mendamba kehadirannya. Teater yang beranggotakan para buruh di PT Djarum tersebut memang sedang mempersiapkan sebuah pertunjukan untuk ditampilkan pada Kongres Komunitas Sastra Indonesia. Namun, sejak bencana banjir datang, Sri yang berperan sebagai penari tak lagi datang. Dia bersama beberapa tetangganya yang lain harus mengungsi. Rumahnya di Desa Medini Kecamatan Undaan terkena luapan air dari Sungai Wulan, sehingga rusak parah. Rumah yang dihuninya bersama nenek, ibu, dan satu adiknya itu memang dekat dengan tanggul yang jebol. "Untung Kamis (27/12-Red) malam itu kami sudah mengungsi, sehingga selamat," ujar Sri yang ditemui saat membersihkan rumahnya, Minggu (13/1). Akibat luapan itu, buruh linting di brak Tanjungkarang itu juga harus kehilangan beberapa barang berharganya. Sementara, rumah miliknya terlihat tak mungkin dihuni lagi. Endapan lumpur sedalam satu meter menyesaki pekarangan dan juga di dalam rumah. Dinding rumahnya yang terbuat dari kayu juga jebol. Kini dia untuk sementara mengungsi ke tempat saudara. Sri sendiri belum tahu apa yang harus dilakukan. Untuk membangun kembali rumahnya tentu butuh biaya tak kecil.(36) |