| Senin, 14 Januari 2008 | MURIA |
47 Tanggul Irigasi Mendesak Diperbaiki
KUDUS - Pelaksanaan musim tanam (MT) II mendatang di sejumlah kawasan pertanian diprediksi akan dihadang banyak kendala. Salah satu penyebabnya, belum diperbaikinya tanggul irigasi yang jebol akibat banjir bandang beberapa waktu lalu. Padahal, sarana penahan debit tersebut mempunyai peran penting dalam pendistribusian irigasi bagi petani. Bila ada tanggul yang jebol, tentu pasokan air untuk kawasan di sekitarnya juga akan terganggu. "Selain tanggul banjir, pembenahan tanggul irigasi juga menjadi persoalan yang juga harus segera ditangani," kata Koordinator Perkumpulan Petani Pengguna Air sistem Kedungombo, H Kaspono, kemarin. Ditambahkannya, penambalan untuk tanggul banjir di Sungai Wulan dan Juwana memang sudah dapat dituntaskan. Titik yang rusak berada di Desa Undaan Kidul, Sambung, Medini, Glagahwaru dan Kalirejo. "Total ada tujuh titik yang diperbaiki," tandasnya. Namun, pihaknya juga mencatat kerusakan pada tanggul irigasi, khususnya di Kecamatan Undaan. Data terakhir yang dihimpun organisasi petani tersebut terdapat 47 tanggul yang mengalami kerusakan. Kerusakan tersebut terjadi di tanggul yang ada di Medini, Sambung, Undaan Kidul dan Undaan Tengah. "Sebanyak 47 titik, termasuk tanggul yang mengalami longsor berat dan ringan," jelasnya. Pihaknya khawatir, bila tak segera ditangani maka hal tersebut akan mengganggu musim tanam mendatang. Terlebih, saat ini petani juga masih disibukkan dengan banyaknya tanaman padi mereka yang mati. Bila tanggul irigasi tidak segera dibenahi, pasokan irigasi dari Kedungombo juga tidak akan dapat berjalan dengan optimal. Salah satu penyebabnya, yakni jatah air bagi petani sebagian akan meluber ke kawasan di sekitarnya. Pihaknya berharap, sebelum awal musim tanam mendatang sarana pengairan yang mengalami kerusakan sudah dapat diperbaiki. "Bila tidak, akan banyak air irigasi yang terbuang secara percuma," jelasnya. (H8-36) |