| Senin, 14 Januari 2008 | SEMARANG |
Pesawat Rusak, Kepulangan Haji Molor 15 JamSALATIGA- Rombongan haji asal Kota Salatiga dan sekitarnya terlambat 15 jam dari jadwal tiba di Tanah Air, akibat kerusakan pesawat. Sebanyak 284 haji sebenarnya sudah berangkat dari Bandara King Abdul Aziz Jeddah menggunakan pesawat Garuda, tetapi karena ada kerusakan pesawat, maka mendarat kembali di bandara tersebut. Rombongan yang masuk dalam kloter 51 itu seharusnya tiba di Bandara Adisumarmo Solo, Sabtu (12/1) sekitar pukul 23.00. Namun, baru tiba Minggu (13/1) sekitar pukul 14.00. Sesuai dengan jadwal, seharusnya tiba di Salatiga Minggu pukul 01.00-02.00, tetapi akhirnya baru tiba Minggu pukul 17.30 menjelang Magrib. Berdasarkan pantauan, Minggu dini hari sejak pukul 00.00, sanak dan keluarga haji Salatiga telah menunggu di kompleks Balai Kota. Mereka menanti hingga pukul 03.00, tetapi rombongan haji yang ditunggu-tunggu tidak juga datang. Mereka kemudian mendapat informasi jika kedatangan molor akibat kerusakan pesawat. Dhinar (31), salah seorang penjemput yang keluarganya menunaikan ibadah mengungkapkan, mereka kesal karena tidak tahu ada penundaan kedatangan. Rugi Waktu Mereka sudah rugi waktu, karena seharusnya sudah tiba, terpaksa molor. Hal itu membuat sanak dan keluarga cemas dan waswas. ''Sebagai keluarga kami ikut cemas, karena belum juga datang. Setelah mendapat informasi tertunda, keluarga langsung pulang,'' ujarnya. Kepala Kantor Departemen Agama Kota Salatiga H Taufik Rahman SH MHum menerangkan, tertundanya waktu kepulangan haji Salatiga, karena kesalahan teknis, yakni kerusakan pada pesawat Garuda. ''Ini menjadi catatan penting bagi maskapai penerbangan yang melayani haji agar lebih baik,'' kata Taufik, Minggu (13/1) sore, ketika akan berangkat dari Solo menuju Salatiga bersama para haji. Dia menjelaskan, akibat penundaan penerbangan karena kerusakan pesawat, membuat semua jadwal kepulangan haji ikut terganggu. Meskipun demikian, akhirnya semua berjalan lancar. Namun, masih ada dua orang dari total 286 rombongan Salatiga yang masih dirawat di Arab, karena sakit. ''Mereka akan pulang setelah pulih kesehatannya,'' terang Taufik. (H2-37) |