logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 SEMARANG
Line

Inginkan Anak Pria atau Wanita

SEMARANG - Tak hanya jenis barang yang bisa dipilih, untuk urusan laki - perempuan alias jenis kelamin anak pun saat ini juga bisa ditentukan oleh pasangan suami istri. Mau pria atau wanita, itu bisa dijawab melalui kemajuan ilmu kedokteran, yakni lewat inseminasi semialami.

Menurut dokter Fadjar Siswanto SpOG (KFER), jenis kelamin anak ditentukan oleh kromosom pria. Dengan teknik ini diharapkan masalah suami istri tentang penentuan jenis kelamin anak bisa teratasi.

Teknik ini disebut inseminasi semialami, karena proses pembuahan sel telur tetap dilakukan secara alami. Hanya proses memasukkan sperma ke dalam rahim yang menggunakan alat bantu kanula dari silikon, dengan lebar penampang 2 milimeter.

Konsultan fertilitas, endokrinologi dan reproduksi RS Telogorejo ini memaparkan, proses awal dimulai dengan pemisahan jenis sperma, yaitu sperma laki-laki dan sperma perempuan menggunakan cairan tertentu.

Sperma ini kemudian diproses menggunakan media tertentu, seperti dicuci dengan larutan khusus dan diberenangkan untuk memilih sperma yang bentuk dan kualitasnya bagus. "Setelah terpilih, barulah sperma dimasukkan ke dalam mulut rahim," ujarnya.

Proses pemilihan dan pencucian sperma ini memakan waktu 4-5 jam. Sedang proses inseminasinya hanya sekitar lima menit. Tingkat ketepatan hasilnya, 90 %. Karena sperma yang dimiliki laki-laki tidak mungkin sempurna. Ada yang lebih banyak kandungan sperma perempuan atau sebaliknya. "Dari 12 orang yang pernah saya tangani, hanya satu yang meleset hasilnya. Inginnya laki-laki, jadinya perempuan," kata kakek tiga cucu ini.

Sebenarnya, lanjut dia, banyak pasangan yang ingin melakukan teknik ini. Namun rata-rata mereka terbentur keadaan, sudah telanjur memiliki tiga anak perempuan atau tiga anak laki-laki.

Menggunakan teknik ini pun juga tak lepas dari risiko cacat pada anak. Karena itu, pasangan benar-benar harus dalam kondisi fisik dan mental yang prima. Si ibu tak boleh berusia lebih dari 35 tahun, memiliki indung telur dan saluran telur yang bagus. "Dalam proses ini, indung telur harus dipacu agar menghasilkan telur lebih dari satu. Biar sasaran tembaknya juga lebih banyak," katanya.

Untuk melaksanakan teknik inseminasi tak membutuhkan biaya mahal, sekitar Rp 3 juta - Rp 5 juta. "Yang mahal adalah cairan pencuci sperma dan suntikan untuk menyuburkan indung telur," ujarnya. (J8-18)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA