logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 SEMARANG
Line

Diduga Kena Stroke di LP

Napi Kasus Jalan MAJ Meninggal

SEMARANG- Diduga terserang stroke, terpidana satu tahun enam bulan kasus penyimpangan pengadaan tanah jalan masuk Masjid Agung Jateng (MAJ), Ali Faizin, Sabtu (12/1) petang, meninggal dunia.

Rizal, seorang petugas Lembaga Pemasyarakatan (LP/Lapas) Kedungpane, Ngaliyan, menginformasikan, Ali terkena serangan stroke pagi hari, selanjutnya dibawa dari LP ke RS Tugurejo. Terpidana meninggal di RS, sore hari pukul 17.30.

Ia menjelaskan, dirinya tidak tahu pasti sakit apa yang diderita Faizin. Kabar yang didengarnya, konon yang bersangkutan terserang stroke. Setelah diperiksa dokter LP, Ali direkomendasikan untuk dibawa ke rumah sakit.

Dihubungi terpisah, dokter (Lapas) Adi Yustiawan, mengatakan, saat memeriksa Faizin, ia merekomendasikan agar segera dibawa ke rumah sakit karena kondisinya gawat. "Kena stroke atau tidak, saya kurang paham. Pihak RS Tugurejolah yang paling tahu. Yang jelas, waktu saya periksa, tensi darahnya tinggi sekali."

Sarjono, petugas Lapas di Bagian Pembinaan, mengatakan, ia baru mengetahui kabar meninggalnya Faizin, Sabtu malam. Ia mengaku kaget, kalau Ali bakal meninggal dunia. "Sehari-hari dia sehat. Kejadian ini begitu tiba-tiba. Saya tak menyangka kalau ia kemudian bakal meninggal. Mungkin memang sudah takdirnya dia ya."

Sarjono mengatakan, ia cukup mengenal Ali Faizin, selama di tahanan. Mantan Lurah Sambirejo, Gayamsari, tersebut, menurutnya, adalah pria yang baik. Keseharian dia, aktif di kegiatan masjid. "Dia sering menjadi imam, dan aktif dalam kegiatan keagamaan yang dimotori (mantan Kakanwil Depag Jateng) HM Chabib Thoha. Setahu saya, dia orangnya sangat baik. Teman-teman juga menyatakan demikian."

Ali Faizin, dikebumikan Minggu (13/1) pagi, pukul 10.30, di pemakaman Palebon, Pedurungan. Informasi yang diperoleh, atas kepergian Faizin tersebut, para narapidana, kemarin pagi menggelar doa bersama di masjid Lapas. Doa bersama dipimpin Chabib Thoha.

Ny Istiqomah, istri Faizin, menyampaikan, Ali meninggal diduga gara-gara serangan darah tinggi. Dengan bahasa Jawa, ia menuturkan, "Kalau Pak Ali ada kesalahan, mohon dimaafkan ya!" (H30-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA