logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 SEMARANG
Line

Resmob Tembak Pembunuh Jumali

  • Menyerang dan Lari saat Ditangkap

SEMARANG - Kasus pembunuhan dengan cara korban ditembak dan dibakar yang terjadi di RT 1 RW 3 Wonosari, Ngaliyan, akhirnya diungkap Unit Resmob Satreskrim Polwiltabes Semarang. Itu setelah unit yang dipimpin AKP Yahya R Lihu SH dan salah seorang anggotanya Aiptu Janadi menangkap salah seorang pelakunya di Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (13/1).

Kapolwiltabes Semarang Kombes Masjhudi mengungkapkan, salah seorang pelakunya saat akan ditangkap mencoba menyerang petugas. Tidak hanya itu, pelaku juga mencoba melarikan diri dari kejaran polisi. ''Ya akhirnya pelaku kami tembak kakinya,'' terang Kapolwiltabes.

Menjawab pertanyaan identitas pelaku yang ditangkap, baik Kapolwiltabes maupun Kasatreskrim AKBP Agus Rohmat belum bersedia menyebutkan. Salah satu alasannya, karena kasus itu masih dalam pengembangan. ''Kalau kita beberkan sekarang, saya khawatir kasus ini tidak bisa terungkap dengan tuntas. Karena masih ada hal-hal yang harus kami kembangkan. Jadi memang kasusnya sudah terungkap. Salah satu pelakunya sudah kami tangkap,'' tandas dia.

Satu Pekan

Menurut Kapolwiltabes yang baru menjabat sejak Rabu (9/1) lalu, kasus itu terungkap tepat satu pekan setelah kejadian. Yakni, kejadiannya pada Minggu (6/1) dan pelakunya dapat ditangkap pada Minggu (13/1). Dalam kejadian itu, kata dia, korban Jumali Ahmad (37) dan anaknya Rafel (7 bulan) mengalami luka serius di sekujur tubuhnya. Karena dibakar oleh pelaku yang saat itu belum diketahui identitasnya.

Senin (7/1) dini hari, Jumali yang dirawat di RS Tugurejo akhirnya meninggal dunia. Sedangkan Rafel yang dirujuk ke RS Roemani hingga kini masih menjalani perawatan serius.

Istri korban, Mulyanah mengungkapkan, saat kejadian dia tengah ke rumah ketua RT-nya untuk meminta surat keterangan tidak mampu bagi kedua anaknya, Ila (10) dan Iva (10).

Menyinggung soal motif pembunuhan dengan cara keji seperti itu, Kapolwiltabes tetap belum dapat membeberkan. Dia berjanji akan menjelaskan secara rinci soal kasus tersebut Senin (14/1) siang.

''Soal motif dan siapa saja pelakunya Senin besok (hari ini-red) mudah-mudahan sudah bisa disampaikan ke rekan-rekan wartawan semuanya. Ini masih ada sedikit penyidikan harus kami selesaikan. Jadi wartawan bersabar dulu,'' terang dia.(D12,H21,H40-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA