| Senin, 14 Januari 2008 | EKONOMI |
Suku Bunga Kredit Berpeluang TurunJAKARTA-Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI rate) di angka 8 persen pada Januari 2008, memberi peluang bagi perbankan dan lembaga keuangan untuk menurunkan suku bunga kredit. Deputi Senior Gubernur Bank Indonesia (BI), Miranda Gultom menjelaskan beberapa bank besar, terutama PT Bank Mandiri Tbk, memiliki kapasitas untuk menurunkan suku bunga kredit. Bahkan, sebenarnya suku bunga pinjaman masih bisa turun meskipun BI rate tidak turun. Alasannya, bila diperhatikan biaya untuk memberikan pinjaman di beberapa bank besar terutama Bank Mandiri sudah turun cukup banyak. " Hal itu berarti, bank memiliki kapasitas untuk menurunkan suku bunga kredit," ujarnya. Dia menjelaskan bank dapat menurunkan suku bunga kredit, jika dapat meningkatkan efisiensi. Alasannya, dengan turunnya biaya tersebut, maka efisiensi bank dapat meningkat dan memberi ruang untuk menurunkan suku bunga kredit. Harga Minyak Dalam suasana persaingan ketat sektor perbankan, sambung dia, bank harus memperbaiki efisiensinya supaya dapat menekan suku bunga kredit agar sedikit lebih rendah dibandingkan pesaingnya. Sementara itu, Wakil Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Jahja Setiadmadja mengatakan, pihaknya belum akan menurunkan suku bunga kredit, terkait dengan BI rate yang tetap di level 8 persen. Menurut dia, BCA masih menunggu perkembangan makro ekonomi, terkait pengaruh kenaikan harga minyak dunia yang masih terjadi. Selain itu, pihaknya juga mempertimbangkan likuiditas perusahaan, mengingat banyak pinjaman untuk proyek-proyek infrastuktur yang sudah disepakati, tapi belum digunakan debitor.(bn-59) |