logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 BUDAYA
Line

"Republik Mimpi" Dukung Jarwo

JAKARTA-Menyusul kasus hukum yang menjerat Wapres Republik Mimpi, Jarwo Kwat, untuk sementara penayangan program parodi di Metro TV itu dihentikan. Penghentian dilakukan sebagai bentuk solidaritas seluruh pendukung acara terhadap Sujarwo hingga proses hukum selesai.

"Ini merupakan bentuk solidaritas dan pembelaan Republik Mimpi terhadap Jarwo yang diperlakukan sangat tidak adil," tutur Effendi Gazali, penggagas acara Republik Mimpi kepada wartawan di Hanggar Teras Futsal Pancoran, baru-baru ini.

Dia menjelaskan, Republik Mimpi memang sempat bermain tanpa Jarwo. "Tapi itu waktu Jarwo pergi umrah. Sekarang situasinya lain. Jarwo sedang dalam kesulitan dan kami mendukung sepenuhnya," tambah Effendi.

Menurut pakar komunikasi politik UI ini, langkah itu diambil sebagai salah satu bentuk pembelajaran pada masyarakat mengenai perlakuan tidak adil. Kali ini muncul pertanyaan, apakah kasus yang melibatkan Jarwo Kwat kembali berkait dengan masalah politik. "Kita memang tidak pernah beranggapan persoalan yang melibatkan Jarwo berkaitan dengan unsur politis terhadap tayangan Republik Mimpi," terang dr Handoyo MPH yang berperan sebagai Gus Pur di tempat terpisah.

Berbeda dari Gus Pur, Effendi Gazali yang berperan sebagai penasihan presiden melihat adanya unsur politis dalam penahanan Jarwo Kwat. "'Jarwo hanya jadi korban dan ujung-ujungnya untuk mematikan Republik Mimpi. Semua kita serahkan saja pada publik untuk menilai. Publik sekarang sudah kritis," ujar Effendi.

Yang pasti bila Jarwo dinyatakan tidak bersalah, pihaknya akan menggugat balik Alex Tjokroraharjo sebagai pihak pelapor kasus penipuan cek kosong senilai Rp 200 juta tersebut. Langkah yang ditempuh Republik Mimpi dengan menghentikan sementara program ini pun didukung penuh oleh Metro TV. "Dukungan dari publik juga sangat besar. Kita terima email lebih dari 5.000 dan 1.500 SMS lebih," imbuh Effendi. (tn-45)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA