logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 14 Januari 2008 BANYUMAS
Line

Analisis

Grass Root Kurang Diperhatikan

KELOMPOK yang selama ini tidak pernah mendapat tempat di elite politik di Banyumas, seminggu terakhir muncul ke permukaan. Mereka secara tegas memberikan dukungan pada calon bupati. Dukung mendukung itu tentu tidak diberikan dengan gratis, tapi ada itung-itungan uangnya.

Calon bupati yang mempunyai bekal gizi cukup banyak, tentu akan diburu oleh kelompok yang selama ini termajinalkan. Dan kelompok yang terpinggirkan ini cukup banyak, meskipun jumlah masanya tidak terlalu signifikan.

Kelompok yang mendukung calon bupati, imbalan yang akan mereka petik dalam jangka pendek adalah kebutuhan riil kelompok itu, yaitu uang. Nah, besar kecilnya uang yang dikucurkan calon bupati, tergantung dari jumlah anggota kelompok itu. Dalam politik pilbup, dukungan seperti itu sah-sah saja.

Bagi partai gurem mendukung calon bupati adalah kesempatan yang paling setrategis. Bagi partai, mendukung calon yang kuat, dapat diibaratkan seorang penumpang yang menyetop bus umum yang tengah lewat. Ken-daraan itu sudah berjalan dan bensinya penuh. Ibaratnya, partai gurem itu nebeng untuk bisa ikut meramaikan Pemilu 2009.

Untuk calon bupati yang gagal mendapat kendaraan, kini saatnya mereka mengembalikan modal yang telah dikeluarkan untuk pencalonan yang lalu. Ujung-ujungnya, dukungan itu hanya untuk mencari uang.

Ada satu yang dilupakan calon bupati, meraih dukungan sebanyak-banyaknya dari grass root. Jumlah mereka mencapai 60 persen dari jumlah pemilih. Jika berhasil meraih dukungan masyarakat bawah, calon bupati bisa melenggang menuju pencoblosan 10 Februasi nanti. - Penulis adalah Dekan Fisip Unsoed.


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA