| Sabtu, 12 Januari 2008 | MURIA |
WORO WOROFebruari-Maret Puncak DBDREMBANG - Penyakit demam berdarah dengue (DBD) diperkirakan akan mencapai puncaknya pada Februari hingga Maret mendatang. Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit Menular Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK), Endang Hastuti, mengatakan, berdasarkan data tahun-tahun lalu, pada dua bulan itu, angka penderita DBD mengalami kenaikan yang sangat tajam. ''DBD sebenarnya sudah mulai menyerang warga sejak bulan November. Setelah bulan itu, angka penderita semakin lama semakin bertambah. Puncaknya kami perkirakan pada bulan Februari dan Maret ini,'' jelasnya. Di tempat terpisah, Wakil Direktur RSUD dr R Soetrasno Rembang, dokter Laksmi Iwandari, juga mengatakan, serangan DBD akan semakin meningkat pada puncak musim hujan. Sebagai antisipasi peningkatan penderita DBD, katanya, RSUD telah menyiapkan satu bangsal baru yang siap untuk dioperasionalkan. (H19-76) 3.513 Pengungsi Masih Bertahan KUDUS - Jumlah pengungsi akibat banjir di sejumlah kecamatan yang masih bertahan hingga kemarin tercatat 3.513 orang. Jumlah tersebut jauh berkurang dibandingkan sepekan sebelumnya, yang mencapai 18.899 orang. Menurut Kepala Kesbanglinmas, Ali Rifai, pengungsi yang masih bertahan saat ini berasal dari beberapa desa di Kecamatan Undaan dan Mejobo. Di Undaan, desa-desa yang sebagian wilayahnya masih terendam di antaranya Karangrowo dan Larikrejo. Sedangkan Mejobo, pengungsi berasal dari desa Payaman, Gulang dan Kirig. (H8-76) Kenaikan UMK Diterapkan BLORA - Upah minimum kabupaten (UMK) di Blora 2008 sebesar Rp 624.000 diterapkan sejak 1 Januari menyusul tidak adanya sanggahan dari perusahaan. Kepala Kantor Tenaga Kerja Transmigrasi dan Sosial (Nakertransos), Waluyo, menyatakan, sesuai peraturan yang berlaku, pihaknya telah memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang terkait untuk menanggapi nominal upah kabupaten/kota yang telah ditetapkan gubernur Jateng. Perusahaan juga diberikan waktu sanggahan jika keberatan dengan nominal UMK. Namun hingga waktu sanggahan pada pertengahan hingga akhir Desember usai, tak satu pun perusahaan yang mengajukan penangguhan. ''Karena tidak ada sanggahan, maka seluruh perusahaan harus menaati keputusan UMK 2008,'' ujar Waluyo, kemarin. (H18-76) Sarana Terminal Rusak KUDUS - Genangan di Terminal Induk Jati Kudus hingga kemarin terlihat semakin berkurang. Namun demikian, sarana perhubungan tersebut masih belum dapat digunakan sebagaimana mestinya. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka, ketinggian area parkir berkisar 30 - 50 cm. Sementara itu, di halaman parkir luar, genangan masih mencapai 20 - 30 cm. Padahal, beberapa waktu lalu genangan di area parkir ada yang mencapai 70 cm. Sejumlah perabot, seperti loket penjualan tiket bus mengalami kerusakan. Suasana di sekitar ruang tunggu masih dipenuhi sampah yang hanyut akibat banjir. Hal seperti itu sudah terlihat dua minggu terakhir. Kepala Dinas Perhubungan Kudus, Suyono, mengaku pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa selain menunggu genangan surut. Memang, ada rencana untuk memompa air dari area terminal. ''Namun ternyata air balik lagi,'' katanya, kemarin. Pihaknya hingga kemarin juga masih mengalkulasi kerugian akibat kejadian tersebut. (H8-54) |