| Sabtu, 12 Januari 2008 | MURIA |
Pengiriman Mebel Tertunda
JEPARA - Laut Jawa menjadi jantung rute transportasi perdagangan hasil olahan kayu asal Jepara. Baik untuk memenuhi permintaan pasar ekspor maupun domestik. Selama cuaca Laut Jawa tidak bersahabat, banyak kegiatan pengiriman barang ke luar negeri maupun antarpulau tertunda. Pebisnis furnitur asal Kota Ukir terus memantau perkembangan informasi cuaca untuk kepentingan kegiatan bisnisnya tersebut. ''Yang paling terkena dampaknya adalah pengiriman barang untuk antarpulau,'' kata Akhmad Fauzi, ketua Asmindo Komda Jepara, Jumat (11/1). Dia menjelaskan, lebih dari 90 persen pengiriman produk olahan kayu dari Jepara melalui Pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sebagian melalui Tanjung Perak Surabaya. Pengiriman barang ke luar Jawa di antaranya ke Sulawesi. Sementara cuaca di perairan Sulawesi Selatan saat ini memburuk. Barang dari Jepara biasanya dikirim dengan menggunakan kontainer. ''Jika ada informasi dari jasa transportasi bahwa pelayaran di Laut Jawa tidak memungkinkan, maka pengirim barang tidak bisa berbuat apa-apa,'' lanjutnya. Tertundanya kapal pengangkut batu bara untuk pasokan bahan bakar PLTU Tanjung Jati B beberapa waktu lalu juga menjadi salah satu ukuran untuk jasa angkutan produk olahan kayu dari Jepara yang diangkut kapal ke berbagai pulau di Indonesia. Sementara, untuk pengiriman barang ke luar negeri juga sedikit tersendat karena cuaca. Rute pengirimannya adalah melalui pelabuhan di Singapura. Setelah itu barang baru dikirim ke negara tujuan, baik di Asia, Eropa maupun Amerika Serikat. Beberapa waktu terakhir, papar Fauzi, dalam kontak dengan customer dari China, pengiriman barang dari China ke beberapa negara tujuan malah tersendat akibat kabut di perairan China. (H15-54) |