logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 12 Januari 2008 BANYUMAS
Line

Sudah Lama Antre, Tak Dapat Minyak Tanah

BANYUMAS-Kelangkaan minyak tanah membuat warga pedesaan kecewa. Jerigen yang telah diantrekan seharian, bahkan ada yang lebih di pangkalan tak juga kebagian. Warga yang datang belakangan ditolak mengantrekan jerigennya karena stok telah habis. Saat mobil tangki datang, langsung diserbu sehingga dalam waktu singkat tandas.

Ahmad (65), warga Desa Tambaksari, Kecamatan Kembaran, salah satu di antara puluhan warga yang kecewa berat. Ia tahu salah satu pangkalan minyak tanah di desanya akan kedatangan mobil tangki pada hari Jumat dan Selasa.

Pagi kemarin ia berjalan kaki dari rumah ke pangkalan untuk membeli lima liter. Namun dia dan beberapa tetangganya kecewa karena saat sampai di pangkalan sudah ada ratusan jerigen antre. Ketika akan antre, ia ditolak karena pengantre sudah banyak. Dia memaksa pangkalan melayani tapi ditolak karena pembeli yang datang lebih dulu belum tentu kebagian.

Ahmad dan beberapa tetangganya pergi untuk mencari minyak tanah di tempat lain. ''Saya terlambat mengantre dan tidak dapat minyak tanah satu literpun. Padahal saya telah keliling ke beberapa penjual tapi semua habis,'' ujarnya, kemarin.

Warga lain yang antre lebih awal di pangkalan minyak tanah milik Anto (38) di Tambaksari itu hanya mendapat jatah 3 liter, sedangkan pengecer 20 liter. Meski sudah dibuat aturan agar merata, ratusan jerigen terpaksa tidak bisa diisi oleh penjual karena stok sudah tidak ada. Ratusan jerigen kosong itu dibiarkan tergeletak berhari-hari menunggu stok. (G23, J2-27)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA