| Jumat, 11 Januari 2008 | SALA |
Beras Langka, Pedagang Cari ke Jabar dan DIY
KLATEN - Harga beras di Kabupaten Klaten melonjak, pascabanjir dan bencana alam di sejumlah wilayah eks Karesidenan Surakarta dan Jateng. Selain itu, beras juga sulit didapat sehingga pedagang harus mencarinya ke Jabar dan DIY. Beras jenis IR 64 yang tadinya Rp 4.600/kg, naik menjadi Rp 5.400 dalam sepekan terakhir. Menthik wangi dari Rp 5.200 menjadi Rp 6.100, dan membramo dari Rp 4.000 menjadi Rp 5.800. Pasokan sedikit, karena tidak ada barang di penggilingan. Satinah (45), pemilik kios 46A di Pasar Klaten, mengatakan pasokan dari sentra beras di Sragen dan Sukoharjo sedang seret. Pasalnya, sisa-sisa air banjir masih menggenang di sejumlah wilayah. Kondisi makin parah, gara-gara ada pembelian beras dalam jumlah banyak untuk bantuan. ''Dua hari lalu ada pembelian beras empat ton untuk disumbangankan ke pengungsi di Solo dan Sragen,'' katanya, Kamis (10/1) kemarin. Pemasok berdalih, banyak tanaman padi rusak akibat kebanjiran, dan pada saat yang sama kebutuhan akan beras melonjak untuk para pengungsi. Raskin Dipercepat Sumiyati, juga pedagang beras, mengatakan kenaikan harga beras pada musim hujan terjadi setiap tahun. Hanya , kali ini beras sulit didapat. Untuk mengantisipasi gejolak, pemkab berencana mempercepat penyaluran beras miskin (raskin). ''Kami mengusulkan agar penyaluran raskin dipercepat dan segera dikoordinasikan dengan Bulog,'' ujar Kabag Perekonomian Edy Hartanta.(H34-58) |