| Jumat, 11 Januari 2008 | SALA |
Warga Tengklik Mengungsi
KARANGANYAR - Seluruh penghuni rumah di Dusun Guyon, Desa Tengklik, Kecamatan Tawangmangu mengungsi karena takut terjadi sesuatu. Hal itu mereka lakukan karena rekahan tanah di wilayah tempat tinggal mereka semakin lebar. Jika semula hanya terdapat 33 rumah yang dinding dan tanahnya merekah, sekarang bertambah menjadi 42 rumah. Beberapa rumah bahkan sudah ambles fondasinya, sampai sekitar 50 centimeter. ''Kalau hujan deras turun, gerakan tanah sangat terasa. Yang semula tanah di dalam rumah atau jalan hanya pecah berupa garis-garis, saat hujan tambah lebar. Selesai hujan, rekahan bisa bertambah sampai 10 centimeter,'' kata Sumanto, Kadus Guyon, Kamis. Jika sampai tanah ambrol seluruhnya, maka akan terjadi longsor lebih hebat dibandingkan dengan Ledoksari yang lokasinya dipisahkan jalan raya Tawangmangu - Solo. Camat Tawangmangu Suwarno mengatakan, untuk sementara mereka ditampung di Balai Desa dan SD Tengklik. Setiap hari kebutuhan makan para pengungsi itu dicukupi dari pasokan logistik pihak kabupaten. Meski sederhana, namun kebutuhan makan dan pemeliharaan kesehatan mereka tercukupi. ''Jika siang, warga yang bekerja ya tetap masuk. Para petani juga tetap menggarap sawahnya. Ibu-ibu dan anak-anak tetap berada di lokasi pengungsian. Tidak ada yang berubah, tapi mereka tidak mungkin kembali ke rumahnya lagi,'' tutur Camat. Sumanto menunjukkan rumahnya di bagian paling atas yang tanahnya merekah. Fondasi rumah tersebut sudah ambles sekitar 50 centi, sehingga terpaksa diganjal batu dan dipalang bambu dan kayu agar tidak ambruk. Rumah di sebelahnya bahkan ambles seluruhnya. Di sekitar rumah Kadus terdapat rumah yang dindingnya menganga sampai 30 centi. Ada pula yang merekah dari tanah sampai ke dinding, sehingga rumah tersebut miring. Untuk menjaga agar tidak ambruk, di dalam rumah dipalang dengan kayu dari satu kayu penyangga ke penyangga yang lain. ''Kami tidak lagi berani berada di dalam rumah, terutama malam hari dan hujan turun. Jika siang kami masih berani kembali ke rumah, sekadar untuk mengumpulkan beberapa barang berharga dan diungsikan ke tempat yang aman,'' tambah Sumanto. Bupati Rina Iriani mengatakan, untuk sementara waktu pengungsi diharapkan bergabung dengan saudara-saudara mereka di lain dusun. Pemkab memberi pasokan logistik pada saudara yang ditumpangi, sambil menunggu relokasi selesai. (an-63) |