| Jumat, 11 Januari 2008 | PANTURA |
Warga Limpung Minta Alun-alun DitataBATANG- Warga Limpung meminta Pemkab Batang menata alun-alun kecamatan itu. Penataan tersebut perlu dilakukan untuk menunjang posisi Limpung sebagai Kota Satelit. Sebagai ruang publik, keberadaan alun-alun sangat dibutuhkan masyarakat. Itu terkait dengan fungsinya sebagai taman, tempat berkumpul, dan untuk menggelar berbagai acara. "Kami berharap Pemkab memperhatikan secara serius alun-alun Limpung," ujar Sunanto, salah seorang warga. Dia menuturkan, setiap pagi hari alun-alun dipenuhi orang yang berolahraga. Siang digunakan untuk berbagai aktivitas, sedangkan pada hari tertentu dijadikan lokasi pentas. "Apalagi setiap bulan Agustus atau saat Idul Fitri, alun-alun menjadi pusat orang-orang yang berlibur. Padahal tidak ada apa-apanya, sekadar untuk momong anak-anak saja sudah cukup," ujar dia. Selain itu, Limpung sebagai penghasil emping setiap hari selalu ramai dikunjungi pedagang dari luar kota, sehingga menambah keramaian kota kecamatan itu. Kompleks Pasar Warga memandang, sebagai Kota Satelit, Limpung belum ada sentuhan. "Saya tidak melihat wajah Limpung sebagai Kota Satelit, meski sebenarnya sudah tepat. Sebab, meski kota kecamatan, aktivitas perekonomian sangat tinggi. Lihat saja, ada banyak cabang bank terkenal," ujar Hardiyanto, pedagang. Menurut dia, selain alun-alun, kompleks pasar juga mendesak ditata. Camat Limpung Drs Andi Santoso menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan aspirasi warga ke Pemkab. "Saya mengusulkan alun-alun dibenahi. Selain itu, mulai dari depan pasar perlu ditata, karena bisa dijadikan sebagai wajah Limpung." Kasi Trantib Hariyoto SE menuturkan, pihaknya sudah berkali-kali melakukan penertiban PKL. Namun, masih belum efektif. "Saya mengusulkan PKL di sekitar alun-alun ditata. Demikian juga yang berada di sepanjang depan pasar, alangkah baiknya kalau dibangun trotoar," tandas dia. (ar-65) |