logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 PANTURA
Line

Tak Bisa Tunjukkan KTP Tak Dilayani

  • Antrean Minyak Tanah

TEGAL -Antrean panjang warga membeli minyak tanah kembali terjadi di Kelurahan Kalinyamat Wetan, Kecamatan Tegal Selatan, Kota Tegal, kemarin. Warga harus menunggu berjam-jam untuk memperoleh jatah 5 liter dan tidak dilayani jika tidak memiliki kupon atau menunjukkan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Drajat (40), seorang pembeli mengatakan, baru bisa memperoleh minyak tanah bersubsidi setelah dibolehkan memakai KTP untuk membeli. Warga RT 1 RW 3 Kalinyamat Wetan itu sebelumnya tak bisa membeli karena tidak memperoleh kupon. "Sekarang saya bisa membeli minyak tanah, dengan menunjukkan KTP. Kamis pekan lalu itu belum dibolehkan," ujarnya.

Dia bersama puluhan pembeli lainnya mengaku harus menunggu dua jam memperoleh 5 liter minyak tanah. Padahal, jumlah itu hanya cukup untuk memasak dua hari. Untuk terus bisa memasak, ia harus menggunakan kayu bakar.

Siti Muslikhah (37), pembeli lainnya mengaku kecewa karena tidak bisa membeli minyak tanah. Uang Rp 12 ribu untuk membeli 5 liter atau Rp 2.400/ liter ditolak petugas karena tidak membawa kupon dan memiliki KTP.

Ngotot

Padahal, dia ngotot mengaku sebagai warga kelurahan tersebut. Selama ini, dia membeli minyak di warung, namun harganya lebih mahal. Ia terpaksa menggunakan kayu bakar untuk berdagang gorengan.

''Saya setuju, warga bukan Kelurahan Kalinyamat Wetan dan Bandung tidak boleh membeli. Tapi saya kan termasuk warganya, di kelurahan ini saya tinggal sudah belasan tahun,'' katanya kecewa setelah antre di pangkalan milik Jimmy Polatu, di Jl Sultan Hasanudin, Kalinyamat Wetan.

Petugas Pertamina, Joyo, yang juga kakak kandung Jimmy, mengatakan minyak tanah sebanyak 1.250 liter kemarin memang hanya diperuntukkan warga Kalinyamat Wetan dan Bandung. Agar tertib warga harus menunjukkan kupon atau membawa KTP, sehingga yang tidak membawa tidak boleh membeli karena khawatir bukan warga kelurahan tersebut. Bahkan pihaknya juga meminta petugas Koramil setempat untuk menjaga keamanan.

"Sebenarnya hari ini (kemarin-Red) tidak ada droping minyak ke pangkalan karena hari libur. Namun karena kelurahan ini sangat kekurangan minyak sehingga dikasih oleh Pemkot setengah dari jatah biasanya, yaitu 2.500 liter per pangkalan," jelasnya. (J16-61)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA