| Jumat, 11 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Stoner Tetap FavoritBALAPAN MotoGP musim 2008 akan kembali bergulir pada 9 Maret mendatang. Grand Prix (GP) Qatar di Sirkuit Losail menjadi pembuka yang kemudian diikuti 17 seri. Ke-17 seri itu adalah GP Spanyol (30 Maret), GP Portugal (13 April), GP China (4 Mei), GP Prancis (18 Mei), GP Italia (1 Juni), GP Catalunya (8 Juni), GP Inggris (22 Juni), GP Belanda (28 Juni), GP Jerman (13 Juli), GP Amerika Serikat (20 Juli), GP Republik Ceko (17 Agustus), GP San Marino (31 Agustus), GP Indianapolis (14 September), GP Jepang (28 September), GP Australia (5 Oktober), GP Malaysia (19 Oktober), dan GP Valencia (26 Oktober). Saya memprediksikan juara bertahan Casey Stoner tetap favorit dengan catatan. Pembalap Australia itu punya konsistensi bagus, tapi dia tak boleh besar kepala. Sekali menganggap enteng setiap lawan, bisa fatal akibatnya. Secara skill, dan kepercayaan diri, Stoner sudah pantas disejajarkan dengan Valentino ''The Doctor'' Rossi. Namun, keunggulan itu juga perlu didukung motor yang kompetitif. Ducati, motor tunggangannya, pada musim lalu memang luar biasa. Apakah Ducati masih akan dominan pada musim ini? Jawabannya perlu ditunggu pada GP pembuka di Qatar nanti. Lebih Seru Saya meyakini musim 2008 akan lebih seru. Salah satu alasannya adalah pemunculan pembalap-pembalap baru di ajang MotoGP. Sebut saja Jorge Lorenzo, juara dunia kelas 250 cc 2007, dan kampiun Superbike 2007, James Toseland. Di luar itu, para pembalap lama akan berusaha unjuk gigi untuk meredam konsistensi Stoner. Rossi bisa berbahaya jika motornya, Yamaha, mendapatkan setting sempurna. Pada musim 2007, tunggangan pembalap asal Italia itu sering mengganggu. Dari tim Repsol Honda, Daniel ''Dani'' Pedrosa berambisi besar menjadi yang terbaik. Setelah dua musim tampil naik-turun, tahun ini merupakan peluang terbesarnya. Apalagi dia tetap ditemani Nicky Hayden, juara 2006. Kelas 250 cc dan 125 cc juga akan lebih kompetitif. Naiknya beberapa pembalap ke divisi lebih atas membuat persaingan bertambah sengit. Melihat duel akan tersaji dalam 18 GP, apa pun bisa terjadi. Bagi saya, kuncinya memang konsistensi. Kata kunci itu berhasil diwujudkan Stoner pada musim lalu. (Kiminglondo, pemerhati balap motor-31) |