| Jumat, 11 Januari 2008 | OLAHRAGA |
Doni Tata Ikuti GP 250 CcJAKARTA- Doni Tata Pradita menjadi pembalap pertama dari Indonesia yang mengikuti seluruh seri dalam World Grand Prix 250 cc musim 2008 di bawah bendera Yamaha Pertama Indonesia Racing Team (YPIRT). Project Manager YPIRT Bambang Asmarabudi mengatakan, Doni bersama tim YIRT akan bergabung dengan tim profesional dari Eropa untuk memulai latihan di Landsberg, Munich, Jerman, pertengahan Januari ini. "Doni akan mengikuti seluruh seri dalam kejuaraan dunia GP 250 cc yang akan dimulai di Qatar, 9 Maret. Dari 18 seri, Doni akan mengikuti 17 seri karena satu seri World GP di Amerika Serikat tak melombakan kelas 250 cc," kata Bambang, Rabu (9/1). Dia menyebut Doni akan didukung tim profesional dari Eropa yang berpengalaman mengantarkan banyak pembalap kelas 250 cc ke tingkat dunia seperti Fonsi Nieto, Lucas Oliver, dan David de Gea. Pada GP musim ini, setidaknya Doni belajar mengenai karakter 17 sirkuit yang berbeda. Peningkatan performa mesin tunggangannya akan terus diselaraskan dengan kemampuan arena laga. Bangga Doni akan menggunakan mesin Yamaha TZ250 yang dikembangkan tim profesional dari Eropa yang dipimpin oleh Jaoquin "Kino" Contreras. Bambang menyatakan proyek mengantarkan Doni Tata ke balap motor dunia tak hanya sampai tahun ini, tapi juga 2009-2010. Tahun 2008 akan dipakai Doni untuk belajar. Musim 2009 dan 2010 diharapkan prestasi Doni akan lebih baik lagi. Pemimpin YPIRT dari Indonesia Bambang Gunadi berharap prestasi Doni pada GP 250 cc tahun ini berada di urutan tengah. Dari 17 sirkuit, hanya dua di antaranya yang pernah dijajal Doni. Doni mengaku bangga menjadi pembalap pertama dari Indonesia yang mengikuti ajang tersebut. Dia sendiri berharap bisa menembus 10 besar pada klasemen akhir pembalap. "Setidaknya saya bisa terdepan dibandingkan pembalap dari Thailand," ujar pembalap kelahiran Yogyakarta yang tahun ini baru memasuki usia 17 tahun itu. Sebelum mengikuti GP 250 cc, Doni telah ditempa di kejuaran All Japan Championship kelas 250 cc dan menempati urutan 10. Dia juga mengikuti GP 250 cc di Malaysia pada 2007 dengan fasilitas wild card. Doni lahir di Sleman, Yogyakarta, 21 Januari 1991. Meski baru kali pertama mengikuti seluruh seri pada GP 250 cc musim 2008, juara nasional 2005 itu mengaku tak gelisah atau gugup. Putra pasangan pembalap Kiswadi dan Haryani itu menyatakan merupakan hal yang biasa dalam arena balap jika ada pembalap jahil yang berusaha menyenggol motor pembalap lain agar jatuh. Dia mengaku tak gentar. Selama hampir setahun Doni dipastikan akan berada di luar negeri. (ant-78) |