logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 OLAHRAGA
Line

Roddick Capai Final Kooyong

MELBOURNE- Mantan petenis nomor satu dunia asal Amerika Serikat, Andy Roddick, sukses mencapai final Kooyong Classic. Dia kemarin mengalahkan Marat Safin 6-3, 6-3. Kooyong Classic adalah turnamen pemanasan menjelang event Grand Slam Australia Terbuka 2008.

Roddick adalah juara Kooyong pada 2006 dan 2007. Di laga puncak, besok, dia akan menghadapi salah satu di antara Fernando Gonzalez (Cile) atau Marcos Baghdatis (Siprus).

Setelah membantu AS meraih kemenangan dalam Piala Davis 2007, Roddick mempunyai waktu yang lebih pendek dari kebanyakan pemain untuk pemulihan dan menyiapkan diri menghadapi musim kompetisi baru. Namun, petenis berusia 25 tahun itu tampak dalam kondisi baik melawan Safin dan menyebut dia merasa siap untuk menggebrak di ajang Australia Terbuka.

"Saya merasa cukup baik secara fisik. Mungkin libur musim yang pendek menguntungkan bagi saya karena saya tidak menghabiskan waktu libur terlalu banyak," kata Roddick.

Petenis Inggris Andy Murray yang kalah dari Safin pada hari pertama, bangkit dari ketinggalannya untuk mengalahkan petenis Kroasia Ivan Ljubicic 6-7, 6-4, 6-2. Murray akan menghadapi petenis Australia Brydan Klein yang menggantikan petenis Argentina David Nalbandian dalam play-off untuk meraih tempat kelima.

David menarik diri dari ajang itu karena kejang punggung. Petenis nomor empat dunia Nikolay Davydenko (Rusia) kemarin juga mundur dari event eksibisi delapan pemain itu karena kelelahan.

Beruntun

Sementara itu, petenis putri nomor satu dunia Justine Henin kemarin meraih kemenangan beruntun dalam 27 pertandingan setelah mengalahkan Ana Ivanovic di semifinal turnamen Sydney International, kemarin. Di final, Henin akan bertemu Svetlana Kuznetsova.

Henin melangkah ke laga puncak setelah mengatasi Ivanovic 6-2, 2-6, 6-4. Sedangkan Kuznetsova mengalahkan pemain nonunggulan dari Republik Ceko, Nicole Vaidisova 7-5, 7-6. Untuk kali pertama sejak Februari 2006 di Antwerp, kedua petenis itu bertemu di final turnamen WTA.

"Svetlana teman baik saya. Saya sangat menyukainya. Dia bermain sangat konsisten dalam beberapa tahun belakangan ini dan merupakan lawan berat," jelas Henin. (rtr,H29-78)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA