logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 11 Januari 2008 NASIONAL
Line

PPP Targetkan Raih Suara 15%

SEMARANG- Meski sama-sama berlatar belakang dari ormas Nahdlatul Ulama (NU), namun untuk urusan politik beda pandangan. Hal itulah yang terjadi antara Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Sama-sama berasal dari ''kaum sarungan'' untuk politik tetap akan bersaing.

Dalam Pemilu 2009 PPP mencoba kembali merebut suara konstituennya yang 2004 lalu banyak hengkang ke PKB. PPP merasa kecolongan, akibatnya perolehan suara yang diperoleh pada Pemilu 2004 turun menjadi 8%.

Hal itu ditandaskan oleh Ketua DPP PPP Arif Mudatsir Mandan saat menjadi pembicara dalam refleksi Harlah Ke-35 PPP di ruang serba guna DPRD Jateng, Kamis (10/1). Pembicara lainnya Wakil Ketua DPW PPP Jateng Imam Munadjat, pengamat politik Undip Nur Hidayat Sardini, dengan moderator tokoh intelektual muda PPP Masruhan Syamsurie.

Rebut Suara

Dijelaskan Arif yang anggota DPR RI itu pada Pemilu 2009 nanti, PPP harus mampu mendulang perolehan suara 15 %.

''Seharusnya kita mampu meraih era keemasan PPP saat pemilu 1997 yang bisa mencapai 24%. Karena banyak parpol, target maksimalnya 15 %,'' tandasnya.

Diakuinya sejak munculnya parpol dari NU, secara siginifikan telah mengurangi suara PPP, terutama dari PKB. Bahkan parpol lainnya seperti PAN, PBR termasuk Partai Golkar dan PDI-P membayangi langkah parpol yang berlambang kakbah itu. Sebagai langkah mencapai 15%, PPP harus berani mendapatkan suaranya itu yang kini pindah ke PKB, PKS dan PAN.

Kedua, berani mengambil suara santri yang dulu mencoblos di Partai Golkar dan PDI-P.

''Suara mereka itukan sebenarnya milik PPP. Jadi tidak ada salahnya kita rebut kembali, untuk kembali ke rumahnya,'' katanya pasti.

Imam Munadjat menilai, PPP harus mulai memberdayakan kader-kadernya. Dengan begitu target untuk mengambil suaranya yang hilang bisa dilakukan.

''PPP harus membangun kader-kader yang tergarap secara militan dan responsif serta tanggap ada realita di lapangan. Dengan begitu PPP bisa membumi,'' ujar anggota Komisi C DPRD Jateng itu.

Nur Hidayat Sardini menilai, PPP harus mengembangkan platform ideologisasi yang pernah membesarkannya. Melakukan pencerahan dengan prinsip dasar penduniawian (sekulerisasi), penalaran (rasionalisasi) dan pemanusiaan (humanisasi). (H37,H7-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA