| Jumat, 11 Januari 2008 | MURIA |
WORO WOROTertipu Rp 2 MiliarREMBANG- Kasus penipuan uang di Bank Pasar Rp 2 miliar dengan terdakwa Agustinus Subagyo, Rabu (8/1), disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Rembang. Dalam sidang yang memasuki tahap kedua tersebut, diisi mendengarkan keterangan saksi Hari Riyadi (mantan Direktur Bank Pasar) dan M Zahli (mantan Pemegang Kas Pemkab). Di hadapan sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim, Budi Cahyono SH, Hari Riyadi menerangkan, saat menjabat Direktur Bank Pasar didatangi dan dibujuk terdakwa Agustinus Subagyo, seorang warga, dan saksi M Zahli agar mengeluarkan uang Rp 2 miliar. Uang tersebut akan digunakan untuk membuat yayasan dan menarik dana investasi dari sebuah yayasan milik keluarga Cendana. "Dana investasi itu nantinya akan disuntikkan ke Bank Pasar," katanya. Dana Rp 2 miliar itu akhirnya dikeluarkan dengan jaminan dari APBD Kabupaten Rembang. (H19-76) Pekerja Dapat Bantuan KUDUS - Genangan di sekitar kawasan Tanjungkarang, Kecamatan Jati, Kudus, hingga kemarin masih cukup tinggi. Akibatnya, mobilitas warga di ruas Kudus - Purwodadi masih tersendat.Berdasarkan pantauan Suara Merdeka, dibandingkan beberapa hari sebelumnya, kondisi banjir kemarin mulai berkurang. Namun, warga yang menggunakan motor belum dapat secara leluasa melintas di tempat itu. Ketinggian air di lokasi tersebut masih ada yang mencapai setengah meter. Tak hanya itu, sebuah pabrik rokok milik PT Djarum di tempat tersebut juga belum dapat dioperasikan. Pasalnya, beberapa kawasan brak (gudang produksi) juga masih terendam air. Menurut HRD Industrial Relation PT Djarum Kudus, A Yudho Prihartono, sekitar 3.000 pekerja belum dapat beraktivitas. "Lokasi pabrik masih tergenang," ujarnya. Saat dimintai konfirmasi apakah buruh yang diliburkan mendapatkan upah, Yudho mengatakan, "tidak". Hanya saja, pihaknya akan memberikan bantuan kepada mereka dalam bentuk lain. (H8-54) Pengungsi Butuh Pos Kesehatan PATI- Ratusan pengungsi yang menempati bekas Stasiun Juwana banyak menderita berbagai penyakit, seperti gatal dan diare. Namun, mereka tidak bisa berobat lantaran di tempat pengungsian tersebut tidak ada pos pelayanan kesehatan. Pengungsi yang berada di tempat sejak sepekan lalu, semuanya berasal dari Desa Doropayung, Kecamatan Juwana. Jumlahnya 60 keluarga atau 267 jiwa."Banyak pengungsi di sini yang sakit gatal-gatal dan demam, tapi tidak bisa berobat karena tidak ada pos kesehatan. Jika mau berobat harus ke Balai Desa Doropayung," jelas seorang pengungsi, Gimah, kemarin. Jarak antara tempat pengungsian itu dan pos pelayanan kesehatan terdekat sekitar satu kilometer. Mereka enggan pergi ke sana dan lebih memilih membeli obat di warung.(H49-76) Hasil Panen Berkurang 40 Persen JEPARA- Hasil panen pada musim tanam I di Pecangaan bisa berkurang hingga 40 persen akibat kekurangan pupuk. Petani setempat tidak bisa memupuk tepat waktu lantaran terjadi kelangkaan pupuk mulai dua pekan lalu hingga Kamis (10/1). Mereka berharap ada jalan keluar dari Pemkab Jepara untuk mengatasi masalah tersebut. "Hasil panen bisa berkurang karena saat tanaman padi butuh pupuk untuk membantu peranakan, pupuk justru langka," kata Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jepara, Sholikhin, kemarin. Di tingkat pengecer, lanjutnya, jumlah pupuk tersebut terbatas. (H15-76) |