| Jumat, 11 Januari 2008 | EKONOMI |
Banjir, PLN Rugi Rp 1 MiliarSEMARANG- Meski aliran listrik di sejumlah kawasan yang dilanda banjir di Jateng sudah kembali normal, namun PT PLN (Persero) Distribusi Jateng DIY mengalami kerugian lebih dari Rp 1 miliar. Kerugian terbesar terjadi di area Kudus dan sekitarnya mencapai Rp 603 juta, sedangkan di wilayah APJ Surakarta kerugian ditaksir senilai Rp 408 juta. General Manager PT PLN Distribusi Jateng DIY Purnomo Willy melalui Humas Nugroho Adywibowo menjelaskan, tercatat sebanyak 19 tiang roboh di Kudus, 17 trafo 1 fasa dan enam trafo 3 fasa rusak dan merusak jaringan yang ada. ''Total ada sekitar 59 desa di wilayah Kudus Kota, Jepara, Juwana dan Cepu,'' jelas Nugroho, Rabu (9/1). Sementara di Surakarta, kerugian material seperti jaringan, tiang dan trafo mencapai Rp 185,5 juta. Selain itu terdapat 1119 buah kWh Meter yang rusak senilai Rp 222,5 juta sehingga total kerugian di APJ Surakarta sebanyak Rp 408 juta. Pihaknya belum dapat menghitung potensi kehilangan total akibat pemadaman yang berlangsung bervariasi selama hampir sepekan tersebut. Namun data dari Kudus menyebutkan terjadi potensi kehilangan 238.089 kWh yang berasal dari pelanggan rumah tangga, industri serta perkantoran. ''Berapa rupiah nilainya belum bisa dirinci karena nilai kWh berbeda-beda untuk masing-masing pelanggan sementara data yang dari Surakarta belum kita dapat tapi diperkirakan potensi kehilangannya lebih besar'' ujarnya. Jika banjir kembali merendam sejumlah wilayah di atas satu meter, maka PLN akan langsung melakukan pemadaman guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan(J14-59 ) |