| Jumat, 11 Januari 2008 | BANYUMAS |
PLTU Diminta Beli Lahan yang TercemarCILACAP - Pengelola PLTU Cilacap, PT S2P, disarankan membeli wilayah yang selama ini tercemar debu batubara. Hal ini dinilai sebagai solusi untuk menuntaskan permasalahan pencemaran. ''Solusi yang lain, mungkin bisa memberi dampak positif. Namun proses penghentian pencemarannya sangat lama,'' kata koordinator kelompok peduli lingkungan Rawoncaplinggamas, Soedarno, belum lama ini. Soedarno menyatakan, bila musim panas tiba, sejumlah wilayah seperti di lingkungan perumahan Griya Kencana Permai, ditemukan debu halus dari batubara. Debu tersebut mencemari lingkungan. Akibatnya, rumah warga beserta segala bangunan fasilitas sosial tercemar. Diakui, bahwa saat ini langkah perbaikan mutu lingkungan, seperti penanaman pohon pelindung untuk greenbelt, sudah dilakukan PLTU. Pemasangan terpal di truk-truk pembawa batubara juga sudah dilakukan. Namun, lanjut dia, tetap saja hal itu belum bisa mencegah serbuk batubara beterbangan. ''Oleh karena itu, kami memandang ada terobosan lain untuk menuntaskan masalah tersebut, termasuk dengan dijadikannya wilayah tercemar sebagai wilayah milik PLTU. Caranya, PLTU membeli lahan yang tercemar itu,'' katanya. Manajer PT S2P, Sutikno menyatakan, dugaan pencemaran yang disebabkan PLTU muncul sejak lama. Pihak PLTU sudah bertemu beberapa kali dengan warga sekitar untuk membicarakan soal itu. ''Namun, kami belum berpikir ke arah sana. Yang jelas selama ini sudah ada komunikasi antara PLTU dengan masyarakat,'' katanya. (G21-75) |