| Sabtu, 05 Januari 2008 | PANTURA |
KELILING PANTURADiguyur Hujan, Jalan di Pakembaran LongsorSLAWI - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Slawi, Kabupaten Tegal sejak beberapa waktu lalu, mengakibatkan jalan dan talut di Kelurahan Pakembaran longsor sepanjang 8 meter dan lebarnya sekitar 1 meter. Kondisi itu membahayakan pengguna jalan yang melintasinya. Untuk mengantisipasi sesuatu yang tidak diinginkan warga memasang papan pengumuman, di antaranya bertuliskan "Longsor, Berbahaya Buat Roda 4", dan "Jangan Nekad Ada Longsoran". Beberapa meter dari jalan tersebut, satu jembatan di perbatasan RW 02 dan RW 03, Kelurahan Pakembaran juga putus. Jembatan hanyut terbawa banjir beberapa waktu lalu. Warga sudah memperbaikinya dengan membuat jembatan darurat dari bambu. Tidak hanya itu, sebuah rumah yang berada di bantaran Kali Wadas, Kelurahan Pakembaran pondasinya ambrol terbawa air. Kini, bangunan rumah milik Kamilah (63), menjorok ke sungai. Kamilah mengatakan, di dalam bangunan yang pondasinya ambrol itu adalah ruang tidur, kamar mandi, dan dapur. (H3-52) PEKALONGAN - Keterlambatan proyek Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pekalongan berbuntut. Wali Kota HM Basyir Ahmad meminta kepada pengguna anggaran agar memberikan denda kepada kontraktor, kemudian hanya membayar proyek yang sudah dikerjakan sampai saat ini. "Kalau baru selesai 80%, mestinya pengguna anggaran hanya membayar 80% dari anggaran yang disediakan," tegas Wali Kota kepada beberapa wartawan yang menemuinya, kemarin. Sedangkan Komisi I DPRD yang dipimpin M Bowo Leksono, kemarin langsung melakukan rapat intern komisi untuk mengundang pihak-pihak terkait mengenai proyek itu. "Namun, awal kerja komisi akan mengundang eksekutif lebih dulu, yakni Badan Arsip, Data Elektronik dan Perpustakaan serta Asisten I Sekda," katanya. Menjawab pertanyaan wartawan, Wali Kota menegaskan, mestinya sesuai aturan, kontraktor yang terlambat mengerjakan proyek, harus didenda. Keterlambatan itu dihitung per hari.(A15-52) PEMALANG- Nelayan Pemalang hingga kemarin belum bisa melaut akibat cuaca belum normal. Padahal, beras bantuan masa paceklik dari KUD sudah habis digunakan untuk makan sehari-hari. Menurut salah seorang nelayan Tanjungsari, Warman (65), akibat cuaca masih buruk, banyak nelayan belum berani melaut. Lebih-lebih nelayan seperti dirinya yang menggunakan perahu kecil. Untuk makan sehari-hari, dia mendapat bantuan beras dari KUD, tapi sekarang sudah habis. "Kami menerima beras bantuan masa paceklik pada 17 Desember lalu. Tiap keluarga menerima 5 kilogram," katanya. Ketua KUD Mina MisoyosariTanjungsari, H Gustomi mengatakan, walaupun cuaca buruk, kehidupan nelayan masih relatif wajar. Berbeda jika dibandingkan dengan dulu. Saat itu, masa paceklik benar-benar mencekik sampai nelayan menggadaikan barang-barang miliknya untuk kebutuhan hidup sehari-hari.Tetapi sekarang walaupun tidak melaut, nelayan dan keluarganya masih bisa makan. Kalau tidak punya uang untuk belanja, mereka bisa utang ke warung.(sf-65) TEGAL - Kapolresta Tegal AKBP Drs Iwan A Ibrahim melalui Kasat Reskrim AKP Sugeng SH mengatakan, selama tahun 2007 terjadi 170 kasus kriminal. Dari jumlah tersebut 140 kasus di antaranya sudah selesai ditangani dan sisanya masih dalam penyelidikan serta penyidikan. Menurut dia, untuk kejadian menonjol seperti, pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian dengan kekerasan (curas) tercatat sebanyak 81 kasus. Dari jumlah tersebut 62 kasus di antaranya berhasil terungkap. "Bila dibandingkan dengan tahun 2006, kasus kriminal lebih sedikit," katanya. Sugeng menjelaskan, pada tahun 2006 tercatat 197 kasus kriminal. Dari jumlah tersebut 112 kasus di antaranya telah selesai ditangani. Sementara, kejadian menonjol sebanyak 92 kasus dan telah selesai sebanyak 39 kasus. Sementara itu, Kasat Narkoba AKP Poniman SH MHum menambahkan, untuk kasus narkoba pihaknya selama tahun 2007 berhasil mengungkap 21 kasus dengan tersangka sebanyak 21 orang. (H17-17) |