logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Januari 2008 PANTURA
Line

Kesenian Reog Banjarharjo

Bagian Tradisi Pindah Rumah

DI salah satu kecamatan wilayah tengah Kabupaten Brebes, yakni, Kecamatan Banjarharjo terdapat kesenian tradisional bernama Reog. Kesenian ini nyaris punah, dan tinggal satu yang masih eksis dengan nama Reog Puspa Mulya.

Reog Banjarharjo, berbeda dengan reog yang selama kita kenal dari Ponorogo, Jatim. Dalam pertunjukan Reog Ponorogo ditampilkan topeng berbentuk kepala singa yang dikenal sebagai "Singa Barong", raja hutan, yang menjadi simbol untuk Kertabumi, dan diatasnya ditancapkan bulu-bulu merak hingga menyerupai kipas raksasa. Tapi reog asal Brebes, dimainkan dua orang bertopeng.

Satu orang ditokohkan sebagai orang yang baik, dan satunya berwatak jahat. Tokoh yang baik mengenakan topeng pentul, dan yang jahat barongan. Dua lakon ini bertarung ketika pertunjukan berlangsung. Ceriteranya mengisahkan seputar mahluk halus yang menghuni sebuah tempat atau rumah. Manakala rumah itu akan ditempati, pentul datang untuk mengusir mahluk halus (barongan). Keduanya biasanya bertarung lebih dulu, sampai akhirnya dimenangkan pentul.

Untuk memeriahkan atraksi dua tokoh itu, diiringi musik yang dimainkan tujuh orang satu juru kawi atau sinden.Yakni, empat orang membawa tetabuhan seperti kendang yang digendong di depan, satu orang memainkan terompet, gong dan satu lagi kecrek. Tetabuhan kendang dipukul dengan tongkat, sambil menari mengikuti irama musik.

Pimpinan Grup Reog Puspa Mulya Didi Suardi mengatakan, kesenian ini warisan nenek moyang yang dimainkan secara turun temurun. ''Konon zaman dulu warga Banjarharjo banyak yang menyukai kesenian ini. Tapi sekarang sudah makin langka, tinggal grup yang saya kelola ini,'' tuturnya.

Dulu, kesenian ini ditampilkan khusus untuk acara pindah rumah, atau ruwatan rumah. Namun dalam perkembangannya sekarang dimainkan dalam acara hajatan pernikahan atau sunatan.

Masyarakat menyukai kesenian ini, karena sudah dikolaborasi dengan musik jaipong. Sehingga penonton bisa ikut berjoget mengikuti irama musik. (Wahidin Soedja-52)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA