logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 05 Januari 2008 BANYUMAS
Line

JALUR SELATAN

Tunggakan Pelanggan PDAM 10%

PURBALINGGA-Jumlah pelanggan PDAM yang menunggak setiap bulannya mencapai 10 persen dari total 22.000 pelanggan. Sementara yang membayar dalam batas waktu tanggal 1 hingga 10 tiap bulannya hanya 25 persen, atau 5.500 pelanggan.

Menurut Direktur PDAM, Hardi Wibowo, prosentase jumlah pelangan menunggak itu termasuk kategori kecil dan tidak sampai mengganggu kinerja perusahaan. Meskipun demikian, pihaknya mengharapkan agar pelanggan dapat memenuhi kewajiban tersebut dalam membayar rekening tagihan.

Sepanjang kurun waktu 2007 lalu, jumlah pelanggan baru PDAM mencapai 602 orang. Direncanakan jumlah pelanggan baru pada 2008 ini bertambah hingga mencapai 1.000 pelanggan. ''Ini berkaitan dengan selesainya pembangunan saluran transmisi air PDAM dari Tuk Mulang Desa Karangcegak, Kecamatan Kutasari, sehingga diharapkan mampu mengaliri sekitar 10.000 pelanggan,'' katanya belum lama ini.(H48-29)

TKI Meninggal di Hongkong

PURWOKERTO- Satu lagi, kasus TKI yang meninggal di luar negeri saat bekerja. Siti Safuroh (23) pekerja asal Banyumas, jatuh dari lantai 23 sebuah apartemen di Hongkong.Jenazah dimakamkan pukul 10.00, hari Kamis (3/1) setelah malam sebelumnya tiba di rumah duka di Desa Kebumen RT 07/RW 04 Kecamatan Baturraden sekitar pukul 24.00.

Ahmad Barun (67) ayah almarhumah terlihat syok dan belum mau diwawancara. Wahyu (40), sepupu korban menuturkan pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian anak ketiga dari empat bersaudara itu. ia juga mengatakan kemungkinan besar pihaknya tidak akan menuntut.

''Kami sudah menerima kejadian ini. Keluarga juga tidak menyalahkan siapa-siapa,'' jelasnya.

Ketika dikonfirmasi mengenai santunan yang telah diterima, tanpa menyebut jumlahnya, Wahyu mengatakan besarnya sesuai dengan yang tercantum dalam surat serah terima santunan yang berkasnya sudah dikopi dan dipegang Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kabupaten.(J2-74)

Jajak Pendapat Masyarakat

CILACAP-Masyarakat Cilacap Barat perlu ditanya sebelum pemekaran menjadi Cilacap dan Cilacap Barat dilakukan.

Dengan demikian keputusan pemekaran didasarkan pada suara masyarakat, bukan kepentingan segelintir orang atau kelompok tertentu.

''Selama ini belum pernah ada jajak pendapat mengenai pemekaran kepada masyarakat Cilacap Barat. Cara itu perlu ditempuh untuk mengetahui keinginan mereka,'' tutur Kamaludin, anggota DPRD Cilacap, kemarin.

Penelitian oleh tim Unsoed Purwokerto tentang kelayakan pemekaran Cilacap telah selesai. Hasilnya, dari segi ekonomi skor Cilacap Barat tidak memenuhi untuk memisahkan diri.

''Perlu dipertimbangkan kajian lain untuk memperdalam hasil penelitian itu,'' tandasnya.Salah satu yang mungkin bisa dilakukan adalah jajak pendapat langsung kepada masyarakat Cilacap Barat untuk mengetahui setuju atau tidak memisahkan diri dari Kabupaten Cilacap. Lewat cara tersebut akan jelas ke arah mana pemekaran itu. Suara masyarakat merupakan faktor dominan dalam pemekaran. (G21-27)

Sawah Warga Masih Banjir

BANJARNEGARA-Puluhan hektare sawah warga di Desa Bedana, Sikumpul dan Sirukun, Kecamatan Kalibening yang terendam air akibat hujan deras sejak Minggu lalu, hingga kemarin kondisinya masih memprihatinkan. Warga belum bisa berbuat banyak untuk menyelamatkan tanaman mereka hingga kemarin.

''Hari ini masih hujan meski tak besar dan genangan di lahan sawah warga sudah mulai surut, namun sedikit sekali. Kalau hujan deras turun lagi bisa dipastikan genangan akan bertambah luas dengan cepat," kata Setiawan, staf di kecamatan saat dikontak Suara Merdeka, kemarin sore.

Anggota DPRD asal Kalibening, Amin Makhsun mengemukakan pentingnya bantuan benih padi bagi warga, karena tanaman padi mereka yang rata-rata baru berusia sebulan dikhawatirkan rusak dan mati.

Kepala Dinas Pertanian Sayidi Arjono mengatakan, para petani yang tanamannya rusak akibat terendam banjir bisa mendapatkan bantuan benih dari pemerintah. Namun, terlebih dahulu dirinci total kerugian sebagai dampak banjir tersebut. Yakni meliputi data luasan lahan sawah yang terendam serta kerugian materialnya.(H25-29)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA