| Sabtu, 05 Januari 2008 | BANYUMAS |
Balita Penderita Kanker Retina MeninggalMASIH ingat Agung Triyono, bocah 2 tahun yang menderita kanker retina mata? Anak pasangan Parsidin-Tursinah, warga Desa Sidakangen, Kecamatan Kalimanah, Purbalingga itu akhirnya meninggal, Rabu (2/1) malam. Dia menghembuskan nafas terakhir saat dirawat di RSUP Sardjito Yogyakarta. Jenazah Agung dikebumikan keesokan paginya di pemakaman Desa Sidakangen. Sejumlah tetangga mengaku trenyuh dengan nasib bocah yang dulu menggemaskan itu. "Kami kira ini adalah yang terbaik bagi Agung. Penderitaannya dirasa cukup oleh Allah, sehingga dipanggil kembali," ujar seorang tetangga. Menurut Parsidin, derita anaknya dimulai saat awal tahun 2007. Ketika bangun tidur mata kanannya terlihat merah. Dia lalu dibawa ke puskesmas, tetapi tak juga sembuh. Kemudian pengobatannya pindah ke sebuah klinik di Purwokerto. Saat itu baru diketahui dia menderita kanker retina (retinoblastoma). Agung selanjutnya dirujuk ke RSUD Margono. Dokter menganjurkan kedua mata diambil untuk mencegah kanker merembet ke otak. Namun orang tua keberatan, sehingga yang ambil hanya mata kanan. Beberapa minggu kemudian mata kiri Agung mengalami gejala sama dengan mata kanannya yang sudah diambil. Sudah Menyebar Parsidin membawa kembali ke RSUD Margono, namun mereka angkat tangan karena kanker sudah menyebar. Saat itu mata kirinya mecotot seperti mau keluar, muncul banyak benjolan di pelipis dan belakang kepala. Semua gusi bengkak sehingga tidak bisa untuk mengunyah apa pun. Pasien dirujuk ke RSUP Sardjito, Yogyakarta. Parsidin bingung dengan pembiayaan karena dia hanya tukang becak. Dia baru bisa membawa Agung ke Yogyakarta setelah mendapat bantuan dari masyarakat. Beberapa minggu di Sardjito kondisi Agung membaik. Dia dibawa pulang selama 5 hari. Kemudian Agung berobat lagi ke Yogyakarta. Namun hanya beberapa minggu, pasien dibawa pulang lagi karena Parsidin kehabisan uang. Saat itulah kanker kembali mengganas dan menggerogotinya. Sebab pasien tidak lagi mendapat penanganan dokter. Setelah derita Agung dimuat lagi di beberapa koran, Parsidin mendapat sumbangan lagi. Dia pun berangkat ke RSUP Sardjito. Namun kondisi bocah itu sudah kritis. Kanker sudah menyebar ke mana-mana. Hingga akhirnya dia meninggal hanya sekitar seminggu setelah dirawat.(Arief Noegroho) |