logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Januari 2008 NASIONAL
Line

Tukang Pijat Gratis untuk Relawan

PUSAT Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Pijat dan Tanaman Obat Widjaya Mayong, Jepara mengirimkan sukarelawan ahli pijat ke kawasan bencana banjir di Kudus. "Hari ini (sore kemarin-Red) kami mengirimkan 12 orang dulu, lainnya akan menyusul," ujar Ketua Umum Pusdiklat Widjaya, Agus Widodo (39), di kantor perwakilan Suara Merdeka Jalan Khairil Anwar Nomor 26 Jepara, kemarin.

Dia mengungkapkan, tergerak untuk mengirimkan sukarelawan pijat ke Kudus setelah membaca berita di Suara Merdeka (3/1) yang menyebutkan banjir sudah surut dan ratusan sukarelawan kecapaian.

"Karena kami punya keahlian dalam pijat dan terapi dengan ramuan tanaman obat, tergerak untuk ikut meringankan beban sukarelawan." Agus menyebutkan, keinginannya turut melakukan bakti sosial ke kawasan bencana banjir di Kudus mendapatkan dukungan Suara Merdeka.

Sore kemarin, Agus dan rombongannya dijemput di markas mereka di RT 7 RW 1, Desa Jebol, Kecamatan Mayong. Tak hanya Agus, sang istri Nur Anisah (35) dan anaknya Muhammad Mikail (4) juga ikut berangkat ke Kudus. Anggota keluarganya memang sudah punya keahlian dalam pijat. Ketika terjadi letusan Merapi, Agus mengirimkan 20 sukarelawan ahli pijat ke Magelang pada Juni 2006.

Selain memijat para sukarelawan yang membantu pengungsi, juga turut membantu pengobatan para pengungsi. Aksi sosial itu mendapat dukungan dari Badan Kesbanglinsos Jepara dan Kantor Kesbanglinmas Magelang. Selama di Posko Merapi, tiap sukarelawan bisa memberikan pelayanan pijat 25-30 orang/hari.

Jumlah ahli pijat di Jepara sekitar 100 orang. Dalam keseharian mereka tetap menekuni pekerjaan masing-masing. Ada yang menjadi tukang, pegawai, guru, petani dan lain-lain. Karena pemberangkatan ke Kudus mendadak, hanya sebagian kecil yang langsung bisa ikut. Ada rencana akan melakukan aksi sosial ke daerah banjir Blora dan Surakarta.

Kepala Biro Muria Suara Merdeka Prayitno menyatakan telah menyiapkan penjemput untuk rombongan Agus dan kawan-kawan. Selama di Kudus, tim Pusdiklat Widjaya akan bekerja secara berkeliling dari satu pos ke pos lainnya.

Para pemijat disebar di posko bencana banjir yaitu di PMI di halaman kantor Disparbud dan Kodim 0722 Kudus. Untuk dapur umum PMI yang berdekatan dengan lokasi pengungsi di GOR Wergu Wetan disiagakan sembilan orang pemijat, yang terdiri dari lima orang pemijat laki-laki dan empat perempuan.

Mereka akan melayani pijat seluruh relawan di kawasan GOR Wergu. Menurut Ketua II dapur umum PMI, Wahyu Purnomo, saat ini ada 15 orang yang siap 24 jam di tempat dapur umum PMI. Jika ditambah dengan relawan di GOR Wergu Wetan bisa mencapai 40-50 orang. "Saya menyambut baik karena para relawan memang membutuhkan pemijatan, setelah seminggu 24 jam bekerja, " katanya.

Di Kodim disediakan empat orang pemijat, karena jumlah relawan lebih sedikit. Relawan di Kodim terutama untuk dapur umum merasa sangat kelelahan. Pasalnya setiap hari mereka bangun mulai pukul 03.00. Selain itu kapasitas dapur umum induk Kodim memang lebih besar daripada dapur umum lain. "Datangnya relawan ini sangat membantu rekan-rekan. Badan mereka sudah capek, dan butuh relaksasi," kata Komandan Kodim 0722, Letkol CZi Aby Ismawan. Para pemijat akan menginap di sekretariat LSM Marem, Desa Jati Kulon, Kecamatan Jati. (Sukardi,Sony Wibisono, Anton Wahyu Hartono-60,69)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA