logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Gencatan Berakhir, Sri Lanka Rusuh Lagi

KOLOMBO - Pertempuran hebat berkobar antara pasukan Sri Lanka dan gerilyawan Macan Tamil kemarin, beberapa jam setelah pemerintah mengakhiri gencatan senjata. Kementerian Pertahanan menyatakan, sedikitnya enam gerilyawan dan seorang prajurit Sri Lanka tewas dalam pertempuran di daerah basis Macan Tamil. Belum ada pernyataan dari pihak Macan Tamil. Di Kolombo, ibu kota Sri Lanka, pengamanan diperketat menyusul serangan bom Tamil terhadap bus militer. Lima orang tewas dan 28 lainnya terluka akibat pengeboman itu.

Dua prajurit pemerintah juga menemui ajal dan tiga lainnya luka-luka akibat ledakan ranjau di Sri Lanka utara. ''Kami telah meningkatkan pengamanan, terutama di Kolombo. Kami mengerahkan lebih banyak personel,'' kata seorang perwira polisi. Rabu malam lalu, pemerintah mengumumkan pencabutan kesepakatan gencatan senjata 2002. Sejak beberapa bulan silam, konflik senjata makin sering terjadi di Sri Lanka.

Tak Mau Terikat

Menteri Penerangan Anura Yapa mengatakan, pemerintah menganggap kesepakatan 2002 tidak mempunyai kekuatan lagi. Kesepakatan itu dibuat antara pemerintah dan Macan Tamil, dengan perantaraan Norwegia. ''Pemerintah tidak ingin terikat pada perjanjian yang tidak berfungsi,'' kata Yapa. ''Namun itu bukan berarti pemerintah telah menutup pintu pada tawaran untuk berunding.''

Dia mengatakan jika gerilyawan Tamil bersedia meletakkan senjata, pemerintah dapat melanjutkan lagi perundingan yang difasilitasi Norwegia. Negosiasi serupa gagal dilaksanakan pada Oktober 2006. Komandan-komandan militer Sri Lanka yakin dapat memenangi perang. Mereka juga bertekad mengusir gerilyawan dari daerah basis mereka.

Berdasar kesepakatan yang diberlakukan mulai 23 Februari 2002 itu, pemerintah Sri Lanka dan Macan Tamil berhak mengakhiri gencatan dengan menyampaikan surat pemberitahuan kepada Norwegia. Keputusan Sri Lanka mengakhiri gencatan juga dapat menghancurkan program Misi Monitoring yang dipimpin oleh Norwegia. (afp-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA