logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 04 Januari 2008 INTERNASIONAL
Line

Israel Gempur Gaza, 8 Orang Tewas

GAZA - Agresi militer Israel di Jalur Gaza menewaskan delapan orang Palestina, termasuk seorang ibu dan anak gadisnya, kemarin. Serbuan itu merupakan bagian dari operasi kilat Israel di wilayah yang dikuasai Hamas.

Dalam operasi militer itu, Israel mengerahkan pasukan darat yang didukung tank dan helikopter tempur. Mereka menggempur Desa Bani Suheila di pinggiran Khan Younis. Sekitar 30 orang luka-luka dan beberapa rumah rusak berat.

Israel berkali-kali menyerang Gaza yang dianggapnya sebagai wilayah musuh. Dalihnya, militan sering menembakkan roket sejak Gaza diambil alih oleh Hamas pada Juni lalu.

Agresi tersebut dilakukan beberapa saat sebelum Presiden Amerika Serikat George W Bush berkunjung ke Jerusalem untuk menghidupkan kembali upaya perdamaian Timur Tengah.

Staf medis di Gaza menceritakan, dua anggota Jihad Islam meninggal akibat tembakan pasukan Israel. Serangan itu juga menewaskan ibu dan adik perempuan mereka yang berusia 20 tahun.

Salah seorang anggota sayap bersenjata Hamas juga tewas selama baku tembak dengan pasukan Israel. Rabu lalu, tentara Israel menewaskan tujuh warga Palestina, termasuk enam militan, dalam serangan fajar di wilayah yang sama.

Merusak Perdamaian

Pesawat tempur juga menghancurkan dua rumah. Israel beralasan, rumah itu merupakan tempat persembunyian militan. Beberapa saat setelah aksi bombardir itu, tiga jenazah ditemukan di balik reruntuhan.

''Unit-unit infanteri yang didukung oleh kekuatan udara melanjutkan operasi militer di wilayah Khan Younis,'' kata juru bicara militer Israel. ''Pasukan darat terlibat pertempuran sengit dengan militan Palestina.''

Juru bicara Otoritas Palestina Nabil Abu Rudeina mengutuk operasi-operasi militer Israel di Gaza. Menurut pendapatnya, agresi itu merusak perundingan damai yang mulai diaktifkan kembali melalui konferensi Annapolis pada November lalu.

''Tindakan itu merusak proses perdamaian dan mengurangi kepercayaan di antara kedua pihak,'' ujarnya kepada AFP.

Israel mengirim pasukan dalam 70 jip militer ke Nablus, Tepi Barat. Mereka mengepung perkampungan, termasuk Rumah Sakit Rafidya, untuk memburu militan yang dicurigai bersembunyi di sana.(afp-ben-26)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA