| Jumat, 04 Januari 2008 | BUDAYA |
Mengurai Kesejatian Cinta Sepasang ManusiaJAKARTA-Sejak awal Desember 2007, Trans TV menawarkan sebuah acara baru berjudul "Atas Nama Cinta". Sesuai judulnya, program soft news ini mengisahkan tentang sepasang kekasih yang berjuang untuk meraih cinta dan hidup bersama. Tayang setiap Jumat pukul 10.30, program ini menuturkan perjalanan cinta sebuah pasangan yang akan menjadi menu utama. Kisah dipaparkan sejak masa perkenalan, masa berpacaran, hambatan, konflik yang dihadapi, bagaimana menghadapi masalah, dan akhir kisah romantis tersebut. Hadiansyah Lubis, humas Trans TV, memaparkan program tersebut dibawakan dalam bentuk naratif (veritae) dari narasumber dan visualisasi adegan dalam kisah tersebut akan dibantu dengan memanfatkan berbagai dokumentasi pribadi yang dimiliki narasumber. "Kisah perjuangan cinta ini diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi penonton agar tidak mudah menyerah. Tidak hanya dalam bisnis dan kehidupan, tapi juga dalam cinta. 'Atas Nama Cinta' tidak hanya ingin memberikan dukungan moral kepada mereka yang sedang memperjuangkan cinta, tetapi juga memberikan alternatif tontonan drama percintaan yang diangkat dari kisah nyata," katanya. Episode perdana mengisahkan perjalanan cinta seorang terpidana mati tersangka pembunuhan Suud Rusli. Kisah mengurai kesetiaan istri keduanya untuk selalu mendampingi suami tercinta dalam pelarian menjadi seorang buronan polisi serta ketabahannya menerima vonis mati atas suaminya. Kisah tak kalah romantis diceritakan pada episode kedua. Mengangkat kisah nyata perjuangan cinta Dwi Krismawan dan istrinya. Dwi adalah seorang siswa penerbangan yang mengalami kecelakaan pesawat dan mengakibatkan luka fisik. Walaupun didera berbagai hambatan serta konflik, kesetiaan di antara mereka tetap terjalin dan utuh."Atas Nama Cinta akan menjadi saksi perjuangan luar biasa dalam meraih kesejatian cinta," ungkap Hadi. (tn-45) |