SUARA MERDEKA
 
INDEKS WACANA Senin, 31 Desember 2007

Setiap menjelang pergantian tahun sering ditandai dengan datangnya bencana alam yang memakan korban jiwa dan harta yang sangat besar. Penderitaan rakyat, terutama yang menjadi korban bencana pun, bertambah berat. Menjelang akhir tahun 2007 bencana banjir dan tanah longsor melanda beberapa kota/kabupaten di Jawa Tengah. Sementara itu nasib korban lumpur Lapindo di Jawa Timur juga belum menentu karena penanganan yang belum tuntas.

Dunia yang makin mendoktrin penghormatan hak asasi manusia (HAM) ternyata memaparkan sebuah paradoks pahit ketika pembunuhan politik menjadi solusi ketimbang dialog dan proses-proses demokrasi. Pun, ketika peradaban diklaim telah bergerak keluar dari dunia yang penuh kebiadaban. Terbukti, tak ada yang mampu menahan gelombang syahwat kekuasaan, dan ranah politik telah meretaskan sebuah keniscayaan untuk memilih jalan yang sungguh tak beradab.

DI PENGUJUNG 2007 (27/12) kita dikejutkan oleh kabar memilukan dari Asia Selatan. Benazir Bhutto (54), tokoh oposisi Pakistan itu, tewas dalam serangkaian serangan bom bunuh diri setelah mengadakan pertemuan terbuka di Rawalpindi, daerah dekat Ibu Kota Islamabad yang konon menjadi basis pendukungnya.

NEED for achievement (n-ach), atau kebutuhan untuk berprestasi, diintrodusir oleh David McCLelland setelah meneliti masalah motivasi sejak 1950-an. Menurut dia, n-ach merupakan "virus" yang bisa dikembangbiakkan dari satu orang ke orang lain; bagian dari tiga kebutuhan dalam teori motivasi.

SEKITAR sepuluh tahun lalu, setelah International Association for Evaluation of Educational Achievement (IAEEA) memublikasi hasil studinya secara luas tentang tingkat melek baca siswa usia 9-14 tahun di 41 negara, kita sempat dikejutkan oleh kemampuan anak bangsa kita yang menduduki posisi kedua dari urutan paling bawah.

Bekas Presiden Amerika (1974 - 1978) Jimmy Carter punya nasihat bagus berbunyi : "Kekuatan Anda akan mengimbangi kelemahan saya, kebijaksanaan Anda akan mengurangi kesalahan saya". Petuah ini patut direnungkan oleh setiap penguasa, pemimpin dan pejabat karena punya makna yang sangat dalam.

  Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA