| Senin, 31 Desember 2007 | SALA |
Tanggul Jebol Diminta Segera DiperbaikiSOLO-Paling tidak dua talut dan sebuah tanggul jebol di Kelurahan Joyotakan, Kecamatan Serengan akibat banjir yang menggenang Solo bagian timur dan selatan yang terjadi sejak Rabu (26/12) lalu.Tak mengherankan banjir di kelurahan itu yang paling parah dibanding 14 kelurahan lainnya. Tanggul di RT 6 RW 6 jebol selebar 7 meter, sedang talut di RT 6 RW 6 dan RT 4 RW 5 masing-masing jebol selebar 8 meter dan 6 meter. Di samping jebol, talut sepanjang 25 meter di RT 3 RW 4 juga retak. ''Kerusakan ini harus segera diatasi. Jika tidak, Bengawan Solo volumenya naik, airnya akan masuk ke permukiman penduduk,'' kata Lurah Joyotakan, Chairul Anwar, dalam laporannya di posko induk, Loji Gandrung, Minggu (30/12). Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Budi Yulistianto mengatakan, perbaikan tidak hanya dilakukan di talut dan tanggul di Joyotakan yang mengalami kerusakan. Kali Wingko dan Kali Tanggul yang merupakan anak Bengawan Solo juga perlu diberi pintu dan pompa air. Pintu air Putat di Kelurahan Sewu yang belum ada pompa juga harus diberi. ''Kami sudah membicarakan dengan semua pihak untuk perbaikan drainase itu,'' katanya. Wali Kota Joko Widodo mengatakan, ada dua tahap penanganan pascabanjir setelah masalah pengungsi teratasi. Yakni, jangka pendek dan panjang. Untuk jangka pendek digunakan pasir dalam karung untuk menutup talut dan tanggul yang jebol. Adapun panjang, seluruh drainase yang rusak itu akan diperbaiki. Penanganan jangka panjang pascabencana tidak hanya perbaikan drainase. Tidak Layak Pemkot juga memikirkan relokasi warga yang tinggal di pinggir tanggul. Sebab permukimannya dinilai tidak layak dan rawan banjir. ''Karena penanganan jangka panjang pascabanjir butuh biaya cukup banyak, maka tidak bisa ditanggung sendiri Pemkot Surakarta. Provinsi dan pusat perlu dilibatkan,'' kata dia usai menerima kedatangan Sri Sultan Hamengku Buwana X. Lebih lanjut Jokowi mengatakan, karena banjir sudah surut dan sebagaian besar pengungsi sudah pada pulang untuk membersihkan rumahnya, Pemkot menutup posko-posko. Meski ditutup bagi pengungsi, namun Pemkot pelayanan kesehatan gratis bagi korban banjir tetap dibuka. Demikina juga dengan logistik tetap dipasok pada mereka meski sudah pulang. ''Untuk urusan logistik tidak masalah.'' Sementara itu kedatangan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X untuk menyampaikan rasa keprihatinan terhadap para korban banjir di Solo. Setelah di terima di rumah dinas Loji Gandrung, Sri Sultan diantar Wali Kota ke korban banjir di permukiman pinggir tanggul di Kelurahan Sangkrah Kecamatan Pasarkliwon. Selain menyampaikan rasa keprihatinan, Sri Sultan juga memberi bantuan pada para korban berupa mie instan 1.500 dos, beras 5 ton, selimut 20 dos, pembalut wanita 40 pak, dan susu 25 dos. (G8-67) |