| Senin, 31 Desember 2007 | SALA |
377 Ton Beras untuk Korban BanjirSOLO - Untuk korban bencana alam banjir dan tanah longsor, Bulog Surakarta mulai Sabtu malam 29/12, menyalurkan bantuan beras sebanyak 377 ton. Bantuan diberikan setelah Bulog memperoleh permintaan dari sejumlah kepala daerah di wilayah Solo Raya. ''Begitu ada permintaan dari pimpinan daerah, beras langsung kami salurkan,''kata Kepala Bulog Subdivre III Surakarta, Achmad Arif ketika mendampingi Kepala Divisi Penyaluran Perum Bulog, Ir Bakri meninjau dapur umum Bulog, kemarin. Bulog bekerjasama dengan Pemkot Surakarta dan TNI mendirikan dapur umum di Joyontakan dan GOR Manahan. Di Kabupaten Karanganyar, dapur umum digelar di lokasi gempa Ledoksari, Tawangmangu. Setiap hari di tiga tempat itu, dibagikan 2.000 bungkus nasi. Arif mengatakan, beras yang dibagikan itu merupakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP). Permintaan CBP hanya oleh kepala daerah. ''Intansi lain tidak boleh'', katanya. Jika bantuan tersebut masih kurang, kata dia, dimungkinkan untuk ditambah. Rincian beras yang dibagikan itu, untuk Kota Solo 57 ton, Kabupaten Sukoharjo 20 ton, Wonogiri 100 ton, Sragen 100 ton dan Karanganyar 100 ton. Pengiriman bantuan itu hingga kemarin masih terus berlangsung. Setelah ke lima daerah itu, bantuan yang sama dikirimkan untuk Kabupaten Boyolali dan Klaten. Untuk Sragen, beras diambilkan dari gudang Duyungan, Sukoharjo diambilkan dari gudang Grogol dan untuk Solo serta Karanganyar diambilkan dari gudang Mojolaban. Boyolali dan Klaten diambilkan dari gudang Delanggu. Penyaluran beras CBP ini jumlahnya merupakan terbesar setelah penyaluran untuk gempa di Klaten beberapa waktu lalu. Kurang Stok Selain untuk daerah-daerah di wilayah Solo Raya, Bulog Surakarta juga mengirimkan beras ke Magelang. ''Gudang Bulog yang di Magelang kekurangan stok, sehingga dikirim dari Surakarta,''kata dia. Saat ini stock beras di sejumlah gudang Bulog Surakarta mencapai 34.000 ton. Menurut dia, stok sebanyak itu cukup untuk persediaan selama lima bulan ke depan. Beras itu antara lain untuk persediaan raskin (beras untuk rakyat miskin) dan bencana alam. Menjawab pertanyaan pengaruh banyaknya lahan yang kebanjiran,dikatakan kemungkinan pengadaan beras untuk tahun 2008 di daerah ini akan mengalami kemunduran. Seperti diketahui, sebagian sawah yang ditanami padi di daerah ini baru beberapa minggu atau beberapa hari lalu, langsung diterjang banjir. Akibatnya petani mengalami kerugian cukup besar. Panen rendengan nanti diperkirakan Maret atau April 2008. (bt-67) |