logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 RAGAM
Line

Abaka, Penghasil Serat Tekstil dan Kertas

PISANG (Musa sp) merupakan buah tropis yang terpopular di dunia. Selain rasanya lezat, buah ini juga bergizi tinggi dan harganya relatif murah. Tanaman ini juga disukai petani, karena mudah dibudidayakan dan cepat menghasilkan uang.

Banyak spesies tanaman pisang. Salah satunya adalah pisang abaka (Musa textilis Nee), dan belum banyak orang yang mengenalnya. Asalnya dari Filipina, sehingga disebut pula pisang manila.

Berbeda dari kebanyakan jenis pisang lainnya, abaka justru dimanfaatkan batangnya. Batang ini bisa menghasilkan serat, yang bisa digunakan untuk membuat benang. Tak heran jika abaka juga disebut sebagai pisang serat.

Aneka Manfaat

Serat abaka juga sering digunakan untuk menghasilkan kertas istimewa, dengan kekuatan dan daya simpan tinggi. Misalnya kertas dokumen, kertas uang, dan kertas berharga lainnya. Bahkan kini acap digunakan untuk pembuatan kantung teh celup.

Pemanfaatan batang abaka untuk bahan baku benang dan kertas merupakan alternatif terbaik, ketika persediaan kayu di hutan makin menipis. Serat abaka tergolong panjang. Kalau diolah menjadi bahan baku kertas, abaka menghasilkan kertas berdiameter sedang.

Cara lain untuk memperoleh serat abaka adalah menggunakan bahan kimia. Lapisan terluar dari tiap-tiap upih dikelupas, kemudian didihkan dalam larutan natrium hidroksida (NaOH) dengan konsentrasi 1 % selama 30 menit.

Serat dicuci bersih hingga diperoleh filamen berwarna kuning keemasan, dan dijemur sampai kering. Rata-rata serat abaka memiliki panjang 2,0-4,4 mm. Serat yang panjang umumnya bisa menghasilkan kertas dengan keteguhan sobek tinggi, karena ikatan antarserat lebih banyak.

Serat abaka juga berguna untuk industri tali dan tekstil. Misalnya untuk tali-temali dibuat sebagai tali kapal, sedangkan untuk tekstil dapat menghasikan benang/kain berkualitas baik, kain pelapis kabel bawah laut, kain jok, kain gordin, dan permadani.

Limbahnya dapat dibuat kerajinan seperti kap lampu, interior produk, sandal tidur, dompet, serta topi. Limbah buangan lainnya dapat dibuat pupuk kompos yang mempunyai unsur hara tinggi serta dapat dijadikan media tanam dalam bentuk pot cetak.

Perbanyakan

Perbanyakan tanaman ini cukup mudah, antara lain melalui anakan, bonggol, atau biji (benih). Apalagi teknologi kultur jaringan pun sudah dapat dilakukan, sehingga bisa dihasilkan bibit yang benar-benar seragam.

Apabila melakukan perbanyakan melalui anakan, setiap rumpun hanya menghasilkan 15-25 propagul dalam 20-24 bulan. Sedangkan perbanyakan melalui biji menghasilkan serat yang mutunya di bawah mutu serat tanaman induk.

Untuk mengatasi masalah penyediaan bibit sehat, banyak, serta cepat, kita dapat menggunakan bibit asal kultur jaring-an. Dengan teknologi tersebut, bibit dapat diproduksi dalam jumlah banyak, seragam, bebas penyakit, dan biaya pengangkutan relatif murah.

Perbanyakan kultur jaringan abaka dapat menghasilkan multiplikasi cukup tinggi, yaitu 1:10 dalam tiga bulan, atau sekitar 1.000.000 planlet dalam waktu 20 bulan.

Ternyata banyak manfaat yang diambil dari pisang abaka. Anda tertarik membudidayakannya? (Dela SY, dari berbagai sumber-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA