| Senin, 31 Desember 2007 | RAGAM |
Semudah Ayam KampungTEKNIK budi daya ayam arab tidak banyak berbeda dari ayam kampung. Bahkan sama-sama mudahnya. Namun perlu kehati-hatian ketika ayam berumur 0-2 bulan. Diperlukan perawatan intensif pada masa-masa kritis tersebut. Bahkan pada usia ini, perlu diberi vaksin ND (tetelo) sebagai upaya pencegahan terhadap penyakit mematikan tersebut. Di masa kuthuk (0-30 hari), anak ayam arab membutuhkan kotak pemanasan (brooder / indukan). Kebutuhan indukan menjadi mutlak, sebab anak ayam menetas melalui mesin tetas. Induk betina ayam arab tidak memiliki sifat mengeram. Indukan bisa dibuat dari kandang kayu yang diberi lampu pemanas. Temperatur kandang perlu diatur, agar panas dapat menyebar merata ke seluruh bagian kandang. Makin bertambah umur, penggunakan lampu pemanas makin dikurangi. Pada minggu pertama, lampu dihidupkan nonstop, kemudian minggu kedua cukup 18 jam. Begitu seterusnya, hingga pada minggu kelima sudah tidak menggunakan lampu pemanas lagi. Ayam Dara Pada umur 2-4 bulan, ayam memasuki fase remaja atau dara. Saat inilah ayam tidak lagi memerlukan indukan. Pemberian pakan harus cukup, sesuai umur ayam dan kandungan nutisi pakan. Pada umur 2 bulan, ayam menjalani vaksinasi ND. Selepas umur empat bulan, ayam memasuki fase dewasa, di mana betina sebentar lagi akan bertelur. Oleh sebab itu, pemberian pakan perlu dibatasi agar ayam tak terlalu gemuk. Misalnya, pakan hanya diberikan pagi dan sore hari saja. Pembatasan pakan hanya berlaku untuk ayam arab yang diproyeksikan sebagai pembibit. Sedangkan betina yang diproyeksikan sebagai ayam petelur tak perlu dilakukan pembatasan pakan. Pada umur 5-6 bulan, induk betina mulai bertelur. Produksi telur ini akan mencapai puncaknya ketika berumur 8 bulan. Ayam arab tetap bisa menghasilkan telur hingga umur lima tahun. Tetapi disarankan segera melakukan peremajaan pada umur 2-3 tahun. (Sriyati-32) |