| Senin, 31 Desember 2007 | PANTURA |
Sosialisasikan Bahaya AIDS lewat Media Kesenian CalungTEGAL - Dalam rangka menyosialisasikan bahaya penyakit AIDS, Kantor Informasi dan Humas (KIH), Kota Tegal, menggunakan salah satu kelompok jenis kesenian tradisional berupa calung sebagai media. Group calung Sartika Nada asal Kelurahan Debong Kulon, Kecamatan Tegal Selatan menjadi kelompok kesenian tradisional yang digunakan dalam sosialisasi tersebut, di Lapangan Kecamatan Tegal Selatan, Sabtu (29/12). Dalam pertunjukkannya, grup calung tersebut membawakan beberapa lagu yang menyadarkan masyarakat untuk menghindari penyebab penyakit AIDS. Kemudian di sela-sela pergantian lagu disampaikan pesan cara menanggulangi terkena penyakit dan bersikap kepada penderitanya. ''Untuk memilih lagu bernuansa mengingatkan orang atas bahaya AIDS dan latihan membawakannya, kami harus mempersiapkan seminggu sebelumnya,'' kata ketua grup calung, Triwi Utoyo didampingi pembina, Agus Riyanto. Kepala Kantor Informasi dan Humas (KIH), Kota Tegal, Khaerul Huda mengatakan, digunakannya kesenian tradisional media sosilasi AIDS karena dua tujuan. Selain untuk mengetahui berbahayanya penyakit tersebut ke masyarakat, juga melestarikan budaya tradisional dari kepunahan. ''Sekali dayung, satu dua pulau terlampaui, artinya dengan satu kegiatan banyak tujuan bisa tercapai,'' ujarnya. Perkembangan Negatif Menurut dia, keberadaan penyakit tersebut di daerahnya menunjukkan perkembangan negatif, atau penderita semakin meningkat. Ditunjukkan, sekitar delapan penderita positif terkena HIV reaktif pada tahun ini. Dengan sosialisasi diharapkan bisa menekan perkembangannya. Selain memberi tahu bahayanya ke masyarakat, dengan sosiliasasi, ujar dia, masyarakat akan mengerti bahwa penderita HIV/AIDS tidak perlu dikucilkan dalam pergaulan sehari-hari. ''Penyakit ini tidak akan menular ke orang lain melalui pergaulan, seperti makan dan minum bersama penderitanya. Penyakit ini akan menular kalau melakukan hubungan intim berganti-ganti pasangan atau tanpa alat pengaman,'' ujarnya. (J16-15) |