| Senin, 31 Desember 2007 | NASIONAL |
SBY Minta Warga Tetap WaspadaSUKOHARJO - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta masyarakat khususnya di Sukoharjo tetap waspada setelah pulang dari pengungsian. Kewaspadaan itu di antaranya dengan terus mengikuti perkembangan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG). "Jika cuaca sudah bersahabat, silakan warga kembali menjalankan aktivitasnya seperti biasa," tutur SBY usai mendengarkan paparan dari Bupati Bambang Riyanto terkait bencana banjir, yang dinilai terparah setelah banjir tahun 1966, di Balai Desa Laban, Kecamatan Mojolaban. Dalam kesempatan itu SBY memberi bantuan senilai Rp 5 miliar bagi para korban bencana alam di Jateng. Bantuan serupa juga diberikan pada korban banjir di Jatim. Korban bencana di Jateng juga mendapatkan bantuan dari Mendagri senilai Rp 100 juta untuk operasional. Menurut Gubernur Drs Ali Mufiz MPA, bantuan presiden itu untuk tanggap darurat bencana alam. Bantuan itu, kata dia, tidak dibagi rata bagi setiap daerah yang mengalami bencana. ''Tapi menurut kebutuhan berdasarkan beban atau tingkat kerugian bencana yang terjadi yang dilaporkan masing-masing kepala daerah,'' kata Gubernur di Solo usai mendampingi Presiden SBY. Mengenai kerusakan akibat terjangan air, pemerintah daerah diharapkan menangani tingkat kerusakan ringan dan sedang. Sementara kerusakan berat akan dibantu pemerintah provinsi, didukung pemerintah pusat. "Saya pesan, warga di pengungsian juga dirawat sebaik-baiknya," kata SBY. SBY juga sempat melihat foto-foto banjir Sukoharjo, yang dipasang di pendapa balai desa. Setelah itu, RI 1 mengunjungi lokasi banjir. Dengan membawa payung karena hujan mengguyur dan mengenakan sepatu boot karena kondisi jalan becek berlumpur, Presiden didampingi Ny Ani Yudhoyono memberi bantuan kepada warga yang masih ada di sejumlah tenda pengungsian. SBY juga sempat meninjau lokasi tanggul yang jebol di Dusun Jatiteken, Desa Laban. Saat itu juga, dia meminta Menteri Pekerjaan Umum Djoko Kirmanto, yang ikut mendampingi, untuk merencanakan pembangunan kembali tanggul sungai yang jebol. Waduk Gajah Mungkur Sebelum di Sukoharjo, Presiden juga bertemu dengan para kepala desa di Pacitan, Jatim yang juga terkena bencana. Di Pacitan, Presiden juga menerima paparan dari Gubernur Imam Utomo perihal bencana yang terjadi di berbagai wilayah Jatim. Gubernur mengatakan, untuk rekonstruksi atau perbaikan berbagai infrastruktur yang mengalami kerusakan baru akan dilaksanakan setelah recovery pengungsi korban bencana selesai. Presiden menyadari untuk rekonstruksi infrastruktur yang rusak kalau harus ditanggung sendiri oleh pemerintah daerah memang berat. Karena itu perbaikan itu akan ditanggung bersama, baik pemerintah pusat, provinsi, maupun kabupaten/kota. ''Untuk jangka pendek agar air sungai tidak masuk ke permukiman penduduk, tanggul atau talut yang rusak disumbat dengan pasir dalam karung,'' tandasnya. Bagaimana dengan waduk Gajah Mungkur di Wonogiri? Ali Mufiz mengatakan, pembukaan pintu air di waduk Gajah Mungkur dimungkinkan dengan melihat risiko paling kecil yang ditimbulkan. Misalnya bagaimana risiko yang ditimbulkan jika pintu tidak air dibuka kalau volumenya tinggi. ''Bagaimana risikonya di bagian hilir sungai kalau pintu air dibuka.'' (G8,H44,H7,H37-46) |