| Senin, 31 Desember 2007 | NASIONAL |
3.120 Putusan Hakim Menyimpang
JAKARTA- Penegakan hukum di Indonesia menorehkan catatan buruk. Sampai akhir 2007, lebih dari tiga ribu putusan hakim yang bermasalah dilaporkan ke Komisi Yudisial (KY). "Dari tahun 2005-2007, KY menerima laporan 3.120 kasus. Setahun berarti sekitar 1.000-an. Semua yang dilaporkan adalah putusan hakim yang bermasalah," ujar Ketua KY Busyro Muqoddas saat mengisi acara "Catatan Akhir Tahun Gus Dur" di Hotel Santika, Jl KS Tubun, Jakarta, Minggu (30/12/). Menurut Busyro, di tahun 2007 banyak terjadi ketidakadilan hukum. Akibatnya, rakyatlah yang menjadi korban. "Moralitas hukum tidak dilakukan oleh para hakim, sehingga banyak putusan hakim yang bermasalah, seperti putusan majelis hakim di Medan beberapa waktu lalu tentang pembalakan liar," kata Busyro. Di lain pihak, pelemahan-pelemahan hukum menurut pria asli Yogyakarta ini terjadi di berbagai sektor. "Ironisnya ini dilakukan atas nama hukum. Maka yang terjadi adalah demoralisasi oleh para penegak hukum," katanya. Unutuk itu, Busyro meminta agar masyarakat sipil beserta ormas-ormas yang ada untuk terus mengawasi perilaku para penegak hukum, agar penegakan hukum di Indonesia bisa tercapai. Solusi Gus Dur Sementara itu Abdurrahman Wahid alias Gus Dur menilai banyak cara untuk memperbaiki Indonesia pada 2008, agar tidak terjadi revolusi sosial. "Solusi cuma satu. Kalau kita ingin tidak ada revolusi sosial, ingin menghindari ramai-ramai, dan tidak ada kerusuhan, ya kita lakukan perbaikan," kata Gus Dur dalam forum itu. Menurut Gus Dur, perbaikan itu meliputi semua aspek. Termasuk ekonomi, politik, dan sosial. Namun dia tidak menyebutkan contoh-contohnya secara rinci. Bagaimana soal SBY yang menyebutkan ada kemajuan dalam pemerintahannya? "Ya, karena dia elitis, rakyat melarat dia tidak peduli. Yang penting sekarang ngurus hak cipta lagu-lagu," jawabnya. Gus Dur melontarkan guyonan masalah pencalonan dirinya sebagai presiden. Padahal saat ini begitu banyak terjadi musibah. "Saya ini yakin tidak akan mungkin ada bencana alam. Zaman saya dulu nggak ada," katanya.(dtc-77) |