logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 NASIONAL
Line

Pemprov Jateng Bingung Lahan Tol Belum Dibebaskan

SEMARANG - Pembebasan lahan untuk tol Semarang-Solo semakin tidak jelas penyelesaiannya. Pihak investor pun mulai pasrah dengan aturan yang berubah, justru cenderung mempersulit pembebasan.

Dirut Sarana Pembangunan Jawa Tengah Djuwarso mengakui untuk sekarang ini pihaknya selaku investor tidak bisa berbuat apa-apa. Perusahaan patungan yang dibentuk bersama dengan PT Jasa Marga yakni PT Trans Marga Jateng (TMJ) belum bisa memulai pekerjaan tol sejauh 76 km itu.

Sesuai tahapan pengerjaan tol, sebenarnya November lalu sudah ada kejelasan pembebasan lahan. Selanjutnya Desember ini sudah dimulai pengerjaan fisik meski satu seksi saja antara Semarang menuju Bawen.

"Jelas dari kami tidak bisa apa-apa. Investor bisa bekerja kalau lahannya sudah dibebaskan. Pihak penanggung jawab pembebasan lahan yakni Pemprov Jateng pun juga kebingungan tidak bisa segera membebaskan lahan," kata dia, Sabtu (29/12).

Molornya pembebasan lahan itu dikarenakan terbitnya SK Kepala BPN Pusat mengenai perusahaan penilai tanah independen yang harus memiliki sertifikat dari BPN. Permasalahannya, institusi yang mengurusi tanah itu sampai saat ini belum memiliki perusahaan yang masuk kriterianya itu.

Penilai Tanah

"Kalau tim pembebasan lahan yang dulunya diketuai Sekdaprov sekarang BPN itu tidak jadi masalah. Sekarang masalahnya BPN tidak memiliki perusahaan penilai tanah yang bersertifikat BPN. Jadi semakin tidak jelas. Menteri PU Djoko Kirmanto pun sempat berapi-api menanggapi masalah itu," ujar Djuwarso yang Komisaris PT TMJ.

Gubernur Jateng Ali Mufiz juga angkat bicara soal ketidakpastian pembebasan lahan tol, soal kendala aturan normatif dari BPN. Saat ini, dia telah mengirimkan surat tertulis kepada pemerintah pusat agar aturan tentang lembaga penilai independen tersebut diimplementasikan terlebih dahulu.

"Jika memang harus melibatkan lembaga independen, harus disediakan juga lembaga independen bersertifikat. Dengan demikian, proses pembebasan tanah bisa segera dilakukan," kata dia usai rapat paripurna di DPRD, Jumat (28/12) kemarin.

PT TMJ, ungkap Djuwarso sudah menjalani proses tahapan konstruksi yakni prakualifikasi tender. Setidaknya 13 perusahaan nasional ikut tender. Soal pendanaan, SPJT sudah setorkan dana lebih kurang Rp 200 miliar ke PT TMJ. Dana yang sudah terkumpul bersama PT Jasa Marga dipastikan Rp 500 miliar.(H37,H7-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA