logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 NASIONAL
Line

Prioritaskan Antisipasi Tawur Antarpemuda

  • 19.296 Personel Siaga Tahun Baru

SEMARANG- Jajaran Polda Jateng dari tingkat Polwil, Polres, hingga Polsek tetap melakukan pengamanan maksimal dalam perayaan pergantian tahun. Pengamanan menerjunkan 19.296 personel dari Polri, TNI, kelompok masyarakat dan instansi terkait.

Personel rencananya disebar untuk siaga di 294 lokasi keramaian. Mereka akan menyebar di 195 lokasi penyelenggaraan perayaan tahun baru dan 99 lokasi wisata seluruh Jateng, yang bakal menjadi incaran masyarakat merayakan pergantian tahun.

Kapolda Irjen Drs H Dody Sumantyawan HS SH mengatakan, meski diliputi suasana duka akibat bencana di sejumlah daerah, perayaan pergantian tahun akan tetap berlangsung meriah.

"Karena perayaan pergantian tahun sudah tradisi. Ya meski tidak semua anggota masyarakat merayakannya di pusat-pusat keramaian. Ada yang cukup nonton tv di rumah, berkumpul dengan tetangga kiri-kanan di tingkat RT di kampungnya," kata Kapolda didampingi Kabid Humas Kombes Drs Syahroni.

Antisipasi Tawur

Pihaknya tidak menampik persoalan yang kerap terjadi dalam perayaan itu seperti tawur atau perkelahian antarkelompok pemuda. "Kami juga bertugas untuk mengantisipasi tawur. Karena dalam kerumunan massa, potensi tindak pidana seperti ini (tawur-red) dapat terjadi," kata dia.

Sesuai dengan analisa pengamanan, diprediksi jumlah pengunjung tahun baru sebanyak 774.807 orang. Khusus untuk pengunjung perayaan tahun baru diprediksi turun menjadi 709.056 orang.

Yang layak diwaspadai masyarakat dan menjadi prioritas pengamanan adalah kasus pencurian dengan kekerasan atau perampokan, perampasan, dan pembegalan.

Meski sudah mengerahkan personel dalam jumlah efektif di lapangan, menurut Kapolda, dukungan pengamanan dari masyarakat di lingkungan kampungnya dinilai sangat penting. Seperti siskamling secara rutin untuk mengantisipasi berbagai tindak kejahatan. "Kalau kampungnya sepi, tidak ada siskamling apalagi rumah tidak dijaga atau dibiarkan kosong, ini sangat memberi peluang terjadinya tindak kejahatan," katanya.

Polisi, TNI, dan instansi terkait yang terlibat dalam pengamanan, sifatnya mendukung pengendalian terciptanya suasana aman. Setiap saat bila masyarakat membutuhkan bantuan, personelnya siap melayani dan melindungi. (D12,H21)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA