logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 NASIONAL
Line

14 Tewas, 117 Desa Tenggelam

  • Banjir di Ngawi dan Bojonegoro

SURABAYA- Banjir di Kabupaten Ngawi sejak Rabu menyebabkan 14 warga meninggal. Bupati Ngawi Harsono mengatakan jenazah korban belum diketahui pasti keberadaannya. Data itu berdasar pendataan petugas di lapangan. Kemungkinan besar 14 mayat korban itu bisa ditemukan setelah banjir surut dan proses pencarian dilakukan secara intensif.

Banjir akibat luberan air Bengawan Solo di Ngawi tahun ini lebih parah dibanding tahun-tahun sebelumnya. Banjir ini membuat 120 ribu jiwa mengungsi. Mereka berasal dari 71 desa di 11 kecamatan.

Kepala Satlak PBP Kabupaten Ngawi, M Shodiq Tri kepada wartawan mengatakan 11 kecamatan di Ngawi yang ditenggelamkan adalah Kecamatan Kwadungan, Geneng, Pitu, Paron, Karanganyar, Mantingan, Widodaren, Kedungdalar, Kota Ngawi, Pangkur, dan Padas.

Sementara itu banjir di Kabupaten Bojonegoro menenggelamkan 14 kecamatan dan 117 desa di daerah kaya minyak ini. Walaupun demikian, kata Bupati Bojonegoro HM Santoso, daerahnya masih berstatus siaga III bukan tanggap darurat. "Sebab, tak semua kawasan di Bojonegoro terkena banjir," kata Santoso.

Giliran Gresik

Banjir ini mengakibatkan sekitar 20 ribu unit rumah terendam air dengan ketinggian 1,5 meter sampai 2 meter. Bahkan, air terus menggenangi sejumlah kawasan strategis di Kota Bojonegoro.Hingga Minggu (30/12), air di kawasan kota belum ada tanda -tanda menyusut. Ada 18 kelurahan di Kota Bojonegoro terendam, sehingga aktivitas warga mandek. Kota Bojonegoro benar-benar lumpuh. Hampir seluruh ruas badan jalan di kota itu tergenang air dan listrik dipadamkan.

Setelah melanda Kabupaten Ngawi dan Bojonegoro, Minggu (30/12), luapan Sungai Bengawan Solo melanda desa 3 kecamatan di Kabupaten Gresik. Ketiganya adalah Manyar, Dukun, dan Bungah.

Setidaknya 8 desa di Kecamatan Dukun diterjang banjir, yakni Desa Tirem Enggal, Kebarong, Bulangan, Karang Cangkring, Petiyen Tunggal, Babaksari, Baron, dan Jrebeng.

Di Kecamatan Bungah, banjir menerjang 11 desa, yakni Desa Sidomukti, Mojopurogede, Bojopurowetan, Melirang, Bungah, Sukorejo, Sukorejo Wetan, Bedanten, Meduran, Gumeng dan Sungolegowo.

Sedangkan di Kecamatan Manyar, banjir merendam sejumlah permukiman warga di Moro Bakung, Pejangganan, Ngampel, dan Sembayat Timur. Di Moro Bakung 40 rumah terendam dan 13 rumah dengan 60 penghuni kini terisolasi. Di Pejangganan ada 75 rumah terendam, Ngampel (10) dan Sembayat Timur (10).

Camat Manyar, Hari Syawaluddin, Minggu (30/12), mengatakan ketinggian air di desa-desa yang terendam banjir di 3 kecamatan di Kabupaten Gresik itu bervariasi 1 hingga 2 meter.

Ratusan warga mengungsi ke lokasi lain yang lebih aman. Di Kecamatan Dukun warga diminta mengungsi ke kantor kecamatan setempat. "Usahakan mengungsi ke sini, jangan sampai jatuh korban jiwa," kata Camat Dukun, Setyo Utomo.

Namun, banjir di Gresik belum mengakibatkan jatuhnya korban jiwa.

Sementara itu dari Malang alokasi dana bantuan dan rehabilitasi bencana alam tahun ini sebesar Rp 1 miliar, Pemerintah Kabupaten Malang baru mencairkan Rp 250 juta. Anggaran itu diambilkan dari dana cadangan APBD 2007. Rinciannya Rp 100 juta untuk keperluan di Dinas Kesbanglinmas guna menanggulangi bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Sedangkan Rp 150 juta untuk Kantor Sosial dan Kesra untuk bantuan bagi korban bencana.

Menurut Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah Pemkab Malang, Jatim, Willem Petrus Salamena, dana cadangan untuk bencana alam itu dapat dicairkan ketika terjadi bencana alam.(G14,jo-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA