| Senin, 31 Desember 2007 | NASIONAL |
Pesawat TNI AL Jatuh di SabangBANDA ACEH- Pesawat Nomad P-833 milik TNI AL jatuh di perairan Ujung Kareung, Sabang, NAD. Dari tujuh penumpang, dua meninggal, dua kritis, dan tiga orang hilang. Pesawat itu jatuh di kawasan Aneuk Itam, Sabang, Minggu (30/12) sekitar pukul 11.15. Polisi, TNI AL, SAR dan anggota Radio Antar-Penduduk Indonesia (RAPI) terus berupaya mencari tiga penumpang pesawat yang hilang. Upaya pencarian dilakukan di perairan yang masuk wilayah Desa Ujungkarang, Kecamatan Sukajaya, Sabang. Pesawat jatuh diduga karena mengalami trouble engine. Saat kejadian pukul 11.15, cuaca dalam kondisi cerah. Tujuh penumpang pesawat itu adalah Pilot Lettu Eri Sambudi, Co Pilot Letda Aris, Serda Yudi Sumbawa, Serda Slamet Agustino, Kelasi Kepala Hari, Komandan Lanudal Sabang Mayor Suwito, dan seorang PNS bernama Trianda. Dalam siaran pers yang ditandatangani Kadispen TNI AL Laksamana Pertama Iskandar Sitompul, lokasi jatuhnya pesawat berada di 05.52 LU dan 09.521 BT. Pesawat akan menuju Medan. Di lokasi jatuhnya pesawat, ditemukan jasad Serda Yudi Sumbawa dan PNS Trianda. Sedangkan Serda Slamet Agustino dan Kelasi Kepala Hari dalam kondisi kritis dan kini dirawat di RSAL Sabang. Tiga orang lainnya yang hilang adalah Pilot Lettu Eri Sambudi, Co Pilot Letda Arisdan Komandan Lanudal Sabang Mayor Suwito. Saat itu, pesawat itu sedang melakukan patroli maritim rutin. Namun 15 menit setelah terbang, mesin kiri pesawat tiba-tiba mati. Pilot Nomad, Lettu Eri Sambudi sempat mengirim sinyal ke daratan untuk memberitahukan problem pesawat yang dikemudikannya. Eri kemudian memutar kemudi Nomad untuk kembali ke pantai. Namun karena kondisi tidak memungkinkan, dia mendaratkan pesawat secara darurat di air. Kerasnya benturan membuat pesawat langsung masuk ke dasar laut. "Ini musibah," tutur Kadispen TNI AL Laksamana Pertama TNI Iskandar Sitompul di Wisma Elang TNI AL, Jalan Diponegoro, Jakarta. Akibat benturan keras itu, kata Iskandar, Serda Yudi Sumbawa dan PNS Trianda langsung meninggal. Sedangkan dua lainnya dirawat di rumah sakit karena kondisinya kritis. "Keempatnya ditemukan mengambang. Kita masih cari tiga lainnya," ujar Iskandar. (dtc-46) |