logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 NASIONAL
Line

BENCANA Musibah Banjir (2)

Buku Hanyut, Bingung Hadapi Ujian Semester


SM/Setyo Wiyono TUMPUKAN BUKU: Sunarno menata tumpukan buku-buku di tempat lebih tinggi dalam ruang guru. (57)

MESKI berselimut duka, namun suasana penampungan pengungsi tak pernah sepi dari celoteh anak-anak yang menjadi penghibur bagi para orang tuanya. Ya, selintas anak-anak itu memang tak punya beban. Mereka tetap berkumpul bersama teman sepermainannya menghabiskan waktu bersama.

Hari-hari ini kegiatan mereka pun sedikit berubah, biasanya enam sampai tujuh jam dihabiskan untuk menuntut ilmu bersama para guru. Bahkan hari ini, para siswa SD di Kota Surakarta seharusnya sudah mulai menjalani ujian semester 1. Ujian tersebut dijadwalkan berlangsung empat hari hingga tanggal 4 Januari mendatang.

Namun apa mau dikata, kondisi rumah maupun sekolah tak memungkinkannya untuk kembali belajar. Jangankan untuk belajar, bisa selamat dari terjangan air pun sudah untung. Sebanyak 33 sekolah mulai dari TK, SD, SMP, SMA, dan SMK terkena banjir. Sekolah-sekolah itu berada di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Jebres, Pasarkliwon, dan Serengan.

Pada banjir pertama yang menyerang pada Rabu pekan lalu (26/12), rumah gadis cilik, Agustina, di RT 2 RW 5 Sangkrah Pasarkliwon itu digenangi air setinggi pinggang orang dewasa. "Memang kebanjiran sampai sepinggang ibu, tetapi barang-barang sudah dinaikkan, saya kira nggak apa-apa," tuturnya ketika ditemui di salah satu penampungan pengungsi, GOR Manahan akhir pekan lalu.

Karena keesokan harinya volume air menurun, Tina, panggilan akrabnya, pun yakin dia bisa segera kembali ke rumahnya. "Semua barang, termasuk buku-buku pelajaran sudah dinaikkan ke atas sama ibu. Ya dipikirnya pasti aman karena air nggak terlalu tinggi," ungkap siswi SDN Dadap Sari No 129 Sangkrah itu.

Namun, ketika banjir susulan datang, angan itu pun hilang. Mereka harus bergegas menyelamatkan diri dari banjir. Di dalam GOR, Tina bersama adiknya, Syahril yang berusia delapan tahun, tampak bercanda berdua di antara ratusan pengungsi lainnya. Sesekali dia terdiam ketika teringat harus menghadapi ujian semester, padahal dia belum membawa bekal apapun. "Hari pertama besok jadwalnya matematika dan agama. Bingung mau belajar pakai apa?," katanya.

Kalaupun pulang, di rumahnya listrik juga belum bisa dialirkan karena kondisinya memang belum memungkinkan. Meski ujian ditunda satu hari, yaitu tanggal 2-5 Januari, dia pun tak yakin bisa mempelajari semua bahan ujian tersebut dalam waktu singkat.

Puji Sunarti, sang ibu, hanya mampu memandangi kedua buah hatinya. Dia pun tak bisa melakukan apapun melihat kondisi pendidikan anaknya. "Saya sendiri nggak begitu paham pelajaran mereka sampai bab apa, gimana besok ya?," katanya.

Waktu belajar dua hari itu pun tak bisa digunakan maksimal karena selain tak ada buku, seluruh keluarga juga masih disibukkan dengan bersih-bersih rumah. Agenda bersih-bersih ini juga telah dijadwalkan Sunarno, Kepala SDN Kampung Sewu, Kelurahan Sewu, Jebres.

Meski belum ada kegiatan belajar mengajar, pekan lalu Pak Narno, panggilan akrabnya, tetap masuk sekolah. Dengan pakaian safari lengkap, dia menyusuri ruang-ruang kelas yang masih berlapis lumpur sekitar 10-20 cm. "Saya belum sempat cek satu persatu arsipnya. Semoga nggak hujan lagi, karena data-data yang sudah terkumpul ini juga perlu dikeringkan."

Pria itu langsung berucap syukur ketika mendapati daftar nilai, buku induk siswa, dan data pegawai masih bisa diselamatkan. Memang tidak dalam bentuk yang bagus tetapi tulisannya masih bisa terbaca. "Saya minta bantuan para guru dan siswa untuk bisa datang ke sekolah sekadar kerja bakti. Saya juga minta agar dibantu penyemprotan untuk membersihkan lumpur."

Sementara untuk persiapan ujian semester ini dia tak berharap banyak. Namun, dirinya yakin anak didiknya tetap akan berusaha semaksimal mungkin untuk menempuhnya. (Langgeng Widodo, Anie R Rosyidah, Dini Tri Winaryani-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA