| Senin, 31 Desember 2007 | NASIONAL |
Putra Benazir Pimpin PPP
NAUDERO - Bilawal Zardari (19), putra Benazir Bhutto, terpilih sebagai ketua Partai Rakyat Pakistan (PPP) kemarin. Dia menggantikan posisi ibunya yang meninggal dalam aksi penembakan dan pengeboman di Rawalpindi Kamis lalu. Dalam memimpin partai oposisi tersebut, Bilawal didampingi sang ayah, Asif Ali Zardari (51). Dengan keterpilihan Bilawal itu, dinasti politik Bhutto memasuki generasi ketiga. ''Telah diputuskan bahwa Bilawal akan menjadi ketua dan Asif Ali Zardari sebagai ketua pendamping,'' kata salah seorang pejabat partai itu di Naudero. Bilawal saat ini masih kuliah di Oxford University. Dia sama sekali tidak memiliki pengalaman politik. Sementara ayahnya dikenal sebagai politikus kawakan di lingkungan PPP. Asif menjabat sebagai menteri lingkungan pada periode kedua pemerintahan Benazir (1993-1996). ''Perjuangan partai untuk demokrasi akan dilanjutkan dengan semangat baru. Ibu saya selalu mengatakan, demokrasi merupakan cara terbaik dalam melakukan balas dendam,'' kata Bilawal. ''Partai ini memiliki sejarah panjang perjuangan untuk demokrasi dan perjuangan ini akan terus berlanjut dengan kekuatan baru,''tegasnya dalam konferensi pers pertamanya di kediaman keluarga. Pernyataan Bilawal itu langsung disambut meriah para pendukungnya. Keputusan itu dibuat dalam rapat tertutup komite sentral PPP kemarin, tiga hari setelah Benazir tewas. Partai itu juga memutuskan tetap berpartisipasi dalam pemilu yang dijadwalkan 8 Januari mendatang. ''Kendati situasi berbahaya, kami tetap akan ambil bagian dalam pemilu. Hal itu sesuai dengan wasiat dan pemikiran almarhumah,'' kata Asif dalam konferensi pers di rumah keluarga Bhutto di Naudero, Pakistan selatan. Pemilu Mungkin Ditunda Namun pejabat partai berkuasa mengisyaratkan pelaksanaan pemilu bakal ditunda enam sampai delapan pekan. ''Besar kemungkinan pemilu akan ditunda sekitar enam sampai delapan pekan,'' kata Tariq Azim Khan, pejabat senior partai berkuasa Liga Muslim Pakistan-(Q) yang mendukung Presiden Pervez Musharraf. Para pengamat memperkirakan, suara pemilih bakal terbagi tiga antara partai Benazir, partai pimpinan mantan Perdana Menteri Nawaz Sharif, dan partai pro-Musharraf. Namun Partai Rakyat Pakistan diperkirakan bakal mendulang simpati pemilih setelah kematian Benazir. Perolehan suaranya diprediksi meningkat, kendati partai itu dipimpin Bilawal yang buta politik dan Asif yang ternoda skandal korupsi. ''Kematian Benazir akan menimbulkan simpati pemilih kepada partai itu dalam jangka pendek. Sementara untuk jangka panjang, mereka harus menunjukkan kredibilitas kepemimpinan mereka,'' kata mantan menteri yang menjadi analis politik Shafqat Mahmood. Kendati demikian, sebagian rakyat Pakistan meragukan kemampuan Bilawal dan Asif Zardari. ''Saya kira Zardari tidak cukup mampu untuk memimpin partai itu sendiri. Bilawal masih terlalu muda, sementara ayahnya tidak mampu. Mereka perlu menunjuk orang lain,'' kata Ferooz Menon (37), pengusaha di Lahore. Ikuti Jejak Ibu Bilawal yang namanya berarti ''satu tanpa ada yang menyamai'' itu telah menunjukkan tanda-tanda mengikuti jejak sang ibu. Dia kini mahasiswa Oxford. Di universitas ini juga, benazir pernah memimpin kelompok debat sangat prestisius, Oxford Union. Bilawal lahir pada September 1988, sebulan sebelum ibunya memenangi Pemilu di bawah kekuasaan diktator militer Zia-ul-Haq. Saat itu, Benazir menjadi perempuan pertama yang menjadi perdana menteri di dunia Islam. ''Saya tidur dan terbangun oleh suara tembakan menyambut kemenangan Pemilu di luar rumah sakit, serta suara dentaman drum dan pekikan 'Jiye (Panjang umur) Benazir','' tulis Benazir dalam autobiografinya. Benazir menyebut Bilawal dengan kaliman ''Bayi paling terkenal dan kontroversial dalam sejarah politik Pakistan, telah lahir.'' Sementara itu, kemarahan terhadap Musharraf masih meluas di kalangan simpatisan Benazir. Kerusuhan juga masih terjadi di negara nuklir itu. Jumlah korban tewas bertambah menjadi 47 orang. Karachi lumpuh lantaran aksi perusakan dan pembakaran meluas. Toko-toko, pom bensin, stasiun kereta api, dan perkantoran sampai kemarin masih tutup di kota terbesar dan pusat bisnis Pakistan itu. Warga menceritakan, sebagian besar jalan di Karachi lengang. Indeks saham Pakistan diperkirakan merosot pada perdagangan Senin ini sebagai dampak kerusuhan. Musharraf memerintahkan para pejabat keamanan untuk menerapkan kebijakan tegas terhadap para perusuh. Dia menyampaikan instruksi itu dalam rapat yang dihadiri pimpinan militer, kepala badan keamanan lainnya, dan penjabat perdana menteri. ''Pihak-pihak yang memanfaatkan situasi dengan melakukan perampokan dan penjarahan harus ditindak tegas. Segala upaya harus dilakukan demi menjamin keselamatan dan keamanan rakyat,'' ujarnya.(rtr-ben-26) | ||||