logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 31 Desember 2007 NASIONAL
Line

Peringkat Ke-10, Berharap Superliga

  • PSIS Menang 3-0 atas PSSB

SM/Sutomo SELEBRASI: Pemain PSIS melupakan kegembiraan dengan melakukan selebrasi. Pertandingan di Stadion Jatidiri, dimenangi PSIS 3-0, kemarin. (57)

SEMARANG- Tiga poin diraih PSIS dalam laga pamungkasnya pada Kompetisi Liga Djarum Indonesia 2007 di Stadion Jatidiri, kemarin. Mereka mengalahkan PSSB Beureun 3-0. Tiga gol tersebut diborong Julio Lopez pada menit 48, 60, dan 89.

Meski mencetak hattrick pemain asal Cile tersebut tidak begitu gembira. Pasalnya, gol yang susah payah dibuatnya di pertandingan kemarin, gagal membawa pasukan Mahesa Jenar menembus Superliga. Hal itu lantaran Pelita Jaya Purwakarta yang jadi pesaing menuai kemenangan 3-1 di kandang Persikota Kota Tangerang.

Kemenangan tim asuhan Fandi Ahmad itu memupuskan harapan pasukan asuhan Sartono Anwar menginjakkan kaki ke Superliga. Nilai akhir Pelita menjadi 52 dan duduk di peringkat 8 Klasemen Wilayah Barat (I).

Sedangkan tiga poin yang diraih PSIS hanya membuat anak-anak Semarang mengemas nilai 49. Posisi Julio Lopez cs tidak bergeser dari peringkat 10. Di atas mereka ada Persita yang pada laga kemarin kalah 0-2 dari Persikabo sehingga nilainya tetap 50.

Musim ini seolah menjadi antiklimaks prestasi PSIS, setelah dua musim sebelumnya selalu tampil di babak empat besar. Dalam Liga Indonesia 2006 mereka keluar sebagai runner-up. Sedangkan pada Liga Indonesia 2005 duduk sebagai juara III. Musim ini prestasi gemilang tersebut gagal diulang. Bahkan, untuk menembus Superliga pun tidak bisa dicapai.

''Secara teknis, PSIS memang tidak lolos Superliga. Tapi tetap punya harapan ke sana sebelum PSSI mengeluarkan draf peserta secara resmi. Ya, barangkali ada perubahan jumlah peserta,'' kata Manajer Tim Yoyok Sukawi usai pertandingan.

Lini Tengah

Sartono Anwar melakukan perubahan komposisi pemain. Igor Joksimovic yang tampil mengecewakan dalam beberapa pertandingan sebelumnya, diparkir di bangku cadangan. Khusnul Yaqien yang biasanya bermain di sayap kanan atau gelandang serang, dipercaya menggantikan pemain asal Serbia tersebut. Selain itu, Sartono juga menjadikan Marthen Tao sebagai striker bersama Khusnul dan Lopez.

Praktis lini tengah juga berubah. M Ridwan dipasang sebagai pemain sayap kanan, Harri Salisburi sayap kiri, Kahudi Wahyu gelandang bertahan, dan Joao Carlos gelandang serang.

Lini belakang tidak berubah, terdiri atas Maman Abdurahman, Didier Koutouzi, dan Zoubairou.

Pada awal babak pertama, Julio Lopz cs kesulitan mengembangkan permainan.

Pressing ketat PSSB menyulitkan tuan rumah melakukan serangan secara apik. Selain itu, anak-anak asuhan Halilintar Gunawan juga bermain ngotot.

Tak jarang tim tamu bermain keras untuk memancing emosi pemain PSIS.

Wajar jika di awal babak pertama sering terjadi ketegangan antarpemain.

Kahudi dan Diego Mendeita saling dorong. Itu memantik emosi pemain lain seperti Didier Koutouzi dan Maman Abdurahman. Bahkan, kiper I Komang Putra pun ikut jengkel terhadap ulah Diego. Akibatnya, para pemain tidak bisa konsentrasi penuh di laga tersebut. Serangan-serangan yang dibangun dari lini tengah ke lini depan pun jadi mudah dimentahkan pemain belakang PSSB.

Pertajam Serangan

Pertahanan tim berjuluk Laskar Kota Juang tersebut memang sulit ditembus, mengingat sebagian besar pemain konsentrasi di lini belakang dengan pressing ketat. Sedangkan di lini depan, mereka hanya menyisakan dua pemain. Hingga turun minum kedudukan 0-0.

Pada babak kedua, Sartono Anwar mengubah strategi. Dia ingin mempertajam serangan. Hal itu bisa dilihat dari ditariknya Kahudi dan diganti Indriyanto Nugroho. Serangan-serangan pun kian hidup dan menggigit.

Hasilnya, menit 48 Lopez membobol gawang Firmansyah. Tendangan bebas akibat pelanggaran pemain belakang lawan terhadap Harri Salisburi satu meter dari kotak penalti, tidak disia-siakan Lopez. Tendangan kerasnya menggetarkan jala lawan tanpa mampu diantisipasi kiper Firmansyah.

Setelah gol itu, pemain Mahesa Jenar lebih semangat dan termotivasi untuk menambah gol. Beberapa peluang dimiliki Indriyanto dan Khusnul Yaqien. Namun, masih belum membuahkan hasil.

M Ridwan yang melakukan penetrasi dari lapangan tengah dan menusuk ke kotak penalti, berhasil merobek pertahanan PSSB. Ketika tinggal berhadap-hadapan dengan kiper, bola disodorkan kepada Lopez yang ada di depan gawang.

Dengan mudah, pemain asal Cile itu melesakkan bola ke gawang, 2-0.

Meski digempur habis-habisan, Maman cs tidak menyerah. Mereka tetap bermain fight.

Serangan sporadis dilakukannya menunggu kelengahan pemain belakang PSIS. Peluang emas pun dimiliki Diego Mendeita dan Roberto.

Satu menit menjelang pertandingan berakhir, Lopez kembali memaksa kiper Firmansyah memungut bola dari dalam gawangnya. Tendangan kerasnya dari luar kotak penalti menembus pojok kiri atas gawang Firmansyah. (H13-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA