| Senin, 31 Desember 2007 | NASIONAL |
Rekahan Tanah Juga Muncul di TawangmanguKARANGANYAR- Tanah merekah dan ambles seperti di Seloromo, Jenawi, juga muncul di wilayah Tawangmangu dan Karangpandan, Karanganyar. Rekahan merusak jalan dan rumah warga. Bahkan, tanah terus bergerak dan rekahan semakin lebar. Ada sekitar 160 kepala keluarga terdiri atas 850 jiwa penghuni dusun di dua wilayah itu diungsikan ke tempat lain. Sebab hunian mereka terancam longsor. Pemkab Karangayar tidak mau terjadi korban meninggal lagi karena tertimbun tanah. Di Dusun Tengklik, rekahan terjadi sekitar pukul 16.00. Tanah tiba-tiba bergetar dan sebagian langsung ambles 15 cm- 30 cm. Dinding rumah banyak yang retak, bangunan menjadi miring. Kayu penyangga dan blandar patah, meski belum ada yang sampai roboh. Sekitar 200-an warga penghuni dusun itu panik dan berteriak histeris karena menyangka akan terjadi longsor. Serentak mereka berlarian ke luar rumah untuk menyelamatkan diri. Mereka kemudian diungsikan ke balai desa Tengklik yang jaraknya sekitar satu kilometer dari lokasi itu. Dusun Tengklik hanya berseberangan dengan lokasi bencana tanah longsor di Ledoksari. Seorang warga menuturkan, rekahan tanah itu didahului dengan suara bergemuruh yang datangnya seperti dari bawah permukaan tanah. Mereka juga merasakan bumi bergetar dan bergerak, seperti ada gempa. Kemudian disusul tanah ambles. ''Kami takut kalau terjadi seperti di Mogol (di Ledoksari). Jadi ketika ada suara bergemuruh, semua menjadi panik mengira terjadi longsor. Karena itu kami langsung berlarian ke luar rumah menyelamatkan diri. Apalagi ternyata rumah-rumah kami ambles. Semua dalam hitungan detik saja,'' ungkap Suparmin, warga setempat. Karangpandan Sementara di Karangpandan, rekahan tidak hanya di rumah-rumah dan merusakkan jalan, namun juga terjadi di atas bukit yang tingginya sekitar 100 meter di samping lokasi perumahan warga di dusun Sendanggentong dan Gerdu. Rekahan sudah memunculkan air yang merembes dari atas ke perumahan warga. Kondisi itu mengingatkan pada kejadian longsor di Ledoksari, Tawangmangu. Malam sebelum gempa, terjadi rekahan tanah dan longsor kecil sehingga ada rembesan air ke rumah warga. Saat itu warga bekerja bakti membersihkan dan membendung rembesan air itu. Namun pukul 04.00 terjadi longsoran besar menimbun 34 warga. ''Karena takut terjadi longsor, kami mengungsikan seluruh warga di bawah bukit itu. Jumlahnya ada sekitar 125 kepala keluarga, terdiri dari 524 jiwa dari lima dusun, yakni dusun Gerdu, Sendanggentong, Buntung, Banjar, dan Ledok,'' kata Camat Karangpandan Suharno, didampingi Kapolsek AKP Suyatmi dan Kapten Sudarmin. Rabu tengah malam lalu, longsoran sudah terjadi di Gerdu dan menewaskan seorang warga. Tak hanya itu, empat rumah roboh rata dengan tanah. Karena sudah ada korban itulah, seluruh warga harus diungsikan ke balai desa atau ke sebuah rumah kosong di belakang balai desa, serta di Puskesmas Karangpandan. Warga banyak yang trauma jika terjadi longsor. Rumah yang rusak berat dan tinggal menunggu roboh ada 9 unit. Adapun rusak berat ada 32 unit dan 62 unit rusak ringan. Bangunan lainnya masih utuh, tetapi penghuninya juga diungsikan karena takut terjadi longsor. ''Kalau siang kami mencoba mengambili genteng dan kayu penyangga, mumpung belum roboh. Kalau sudah roboh, genteng, kayu, tidak bisa dipakai lagi. Jadi rumah memang kami robohkan sendiri, daripada nanti roboh karena rekahan semakin lebar,'' kata Dewi, guru SD Plumbon Karanganyar, yang juga salah seorang warga dusun itu. Sampai Minggu (30/12) pukul 15.00, laporan yang diterima posko bencana menyebutkan, ada 1.585 rumah yang rusak akibat bencana banjir dan tanah longsor di Karanganyar. Rinciannya, rusak berat 347, rusak sedang 263, rusak ringan 975. ''Yang rusak berat kategorinya di atas 70 % atau roboh rata dengan tanah dan terurug tanah longsor. Rusak sedang antara 30%- 70 %, dan di luar itu rusak ringan,'' kata Sekda Karanganyar, Kastono DS. Jembatan yang putus maupun yang rusak sebanyak 20 buah, 2 dam jebol. Kerusakan juga meliputi fasilitas umum lainnya seperti masjid dan kantor desa. Ada 31 hektare lahan pertanian ikut rusak. Dari 17 kecamatan yang ada di Karanganyar, 15 kecamatan terkena bencana, baik tanah longsor maupun banjir. Hanya dua kecamatan yang tidak terkena bencana, yaitu Karanganyar Kota dan Colomadu. ''Ini masih terus akan berkembang karena curah hujan tinggi diprediksi masih akan terus terjadi. Beberapa wilayah yang rawan bencana longsor dan banjir juga masih dalam kondisi waspada. Semuanya siaga,'' kata dia. Dari lokasi bencana tanah longsor di Ledoksari, Tawangmangu, satu orang korban ditemukan lagi, yaitu Adinar atau Adi Sunaryo (35). Dengan demikian masih ada tiga orang lagi yang belum ditemukan dan evakuasi akan dilanjutkan Senin ini. ''Masih sekitar 40 % longsoran yang belum terjamah tim. Kami harus hati-hati karena lokasinya berada di bawah bukit yang longsor. Jadi kalau hujan sedikit saja, evakuasi dihentikan,'' kata Kasi Penanggulangan Bencana Kesbanglinmas Karanganyar, Aji Pratama Heru. (an-46) |